Pemilih Santri Tembus 2.600 Suara

103

PONOROGO – Banyaknya pondok pesantren (ponpes) yang berdiri di Bumi Reyog turut mendongkrak jumlah pemilih tambahan. Rata-rata dari mereka yang berasal dari luar daerah itu banyak yang telah sah memiliki hak pilih. ‘’Hasil koordinasi dengan sejumlah ponpes, kami dapati sedikitnya 2.600 orang yang berpotensi masuk daftar pemilih tambahan (DPTb),’’ kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Juwaini kemarin (13/2).

Ribuan calon pemilih itu didapati dari sejumlah ponpes. Beberapa yang dominan di antaranya Ponpes Gontor 1 sekitar 1.800 pemilih, Gontor 2 sebanyak 600 pemilih, serta Al-Iman sekitar 200 pemilih. DPTb, lanjut Juwaini, terdiri dari kalangan pemilih yang berpindah domisili. ‘’Selain santri, pekerja juga termasuk di dalamnya. Jumlahnya cukup signifikan,’’ ujarnya.

Sulitkah proses pindah domisili itu? Juwaini menerangkan, calon pemilih yang pindah domisili akan diproses melalui form A-5. Syarat lainnya cukup menyertakan KTP maupun KK yang terdapat nomor induk kependudukan (NIK). Persyaratan lainnya, mereka yang hendak pindah domisili sudah harus masuk daftar pemilih tetap (DPT) di daerah asal. ‘’Kalau sudah masuk dalam DPT, maka sudah bisa pindah domisili memilih dengan persyaratan formulir A-5 dan KTP atau KK tadi,’’ urai dia.

Hingga sekarang, baru sekitar 50 persen dari total potensi DPTb yang telah terakomodasi. Padahal, waktu yang tersisa tidak banyak untuk memprosesnya. Batas waktu pindah pilih dan penyusunan DPTb paling lambat 17 Februari. Perlu disegerakan lantaran KPU dan bawaslu harus mempersiapkan hal-hal lain. Seperti logistik hingga tempat pemungutan suara (TPS) tambahan. ‘’Paling tidak 17 Februari ini bisa semua. Karena kami juga membutuhkan pemetaan kasar, terkait tambahan logistik, atau bahkan TPS tambahan,’’ tandas Juwaini. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here