Pemilih Milenial Lebih Tertarik Pilpres

65

NGAWI – Antusiasme pemilih pemula pada Pemilu 2019 di Ngawi cukup tinggi. Relawan demokrasi dari basis pemilih pemula mengklaim keinginan kaum milenial berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan itu mencapai 80 persen. ‘’Dari setiap kegiatan sosialisasi kami, mereka berminat menyalurkan hak pilihnya,’’ kata Miko Abrianto, koordinator tim relawan demokrasi, kemarin (23/2).

Pihaknya sudah keluar masuk sekolah, kampus, maupun pondok pesantren untuk menyosialisasikan Pemilu 2019. Rata-rata setiap kegiatan diikuti sekitar 100—200 peserta. Rerata usianya 17 hingga 20 tahun. Menurut Miko, antusiasme pemilih milenial itu terlihat dari sikap aktif mereka selama sosialisasi. ‘’Ada sebagian yang pasif, tapi lebih banyak yang aktif,’’ ujarnya.

Itu terlihat dari pertanyaan seputar pemilu yang mereka ajukan. Mulai dari tata cara memilih yang benar hingga syarat-syaratnya. Miko menduga antusiasme pemilih milenial itu karena rasa penasaran. Apalagi, mayoritas pelajar yang baru pertama ini akan mengikuti pemilu. ‘’Bagi kami tidak masalah, karena yang kami kejar partisipasi mereka dalam pemilu nanti,’’ tuturnya.

Miko juga membenarkan sebagian besar dari kaum milenial lebih tertarik pemilu presiden (pilpres). Sedangkan untuk pemilu legislatif (pileg) cenderung kurang diminati. Menurut dia, itu sangat wajar karena mayoritas mereka belum mengenal para calon legislatif (caleg). ‘’Kalau caleg kebanyakan memang mereka tidak tahu, beda dengan capres,’’ terangnya.

Jika benar, maka pemilih pemula bakal jadi penyumbang angka swing voters (pemilih mengambang) di Ngawi. Salah seorang pengamat politik menyebut swing voters di Ngawi berkisar 30 persen lebih. Apakah itu karena minimnya sosialisasi dari para kandidat wakil rakyat? ‘’Mungkin saja, karena selama ini para caleg lebih banyak sosialisasi menggunakan alat peraga kampanye (APK),’’ ungkap Miko.

Berdasarkan data KPU setempat, jumlah pemilih pemula atau milenial di Ngawi mencapai 51.149 jiwa. Dari total pemilih 705.092 jiwa yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap hasil perubahan kedua (DPTHP-2). Jumlah tersebut belum termasuk pemilih tambahan dari ponpes di Ngawi yang mencapai 3.000 jiwa lebih. (tif/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here