Pemilih Milenial Harus Cerdas

50

GENERASI milenial memiliki posisi strategis pada Pemilu 2019. Sebab, dari total 152 juta pemilih di Indonesia, 34,45 persen di antaranya kalangan milenial. Untuk itu, perlu penambahan wawasan agar mereka jadi pemilih cerdas.

Dewan Pengawas LPP RRI Hasto Kuncoro menyebut kalangan milenial penting pada pemilu 2019. Mereka dapat menentukan arah politik bangsa ke depan. Tak heran, beberapa partai politik mengambil calon legislatif (caleg) hingga pemimpin daerah dari generasi milenial. Tujuannya menarik suara dari kalangan muda. ‘’Kalangan milenial harus cerdas dalam menentukan pilihannya,’’ kata Hasto dalam acara Gerakan Cerdas Memilih di SMAN 3 Taruna Madiun, Jumat (22/3).

Menurut dia, saat ini generasi milenial harus diberi pendidikan politik, pemahaman tentang demokrasi terkait Pemilu 2019. Sehingga, hak politik mereka dapat digunakan dengan baik untuk mewujudkan pemilu yang bersih. ‘’Generasi milenial sebagai pemilih yang cerdas harus bisa mengenali rekam jejak calon yang akan dipilih. Jangan sampai memilih kucing dalam karung,’’ tutur Hasto.

Di pihak lain, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun Kokok Heru Purwoko mendorong peran serta pemilih milenial dalam mengawasi tahapan pemilu. Mulai dari kampanye sampai rekapitulasi suara. ‘’Sudi kiranya apabila para generasi milenial ini menemukan pelanggaran selama proses penyelenggaraan pemilu untuk segera melaporkan kepada kami,’’ pintanya.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun Sasongko meminta generasi milenial ikut memberikan hak politiknya pada Pemilu 2019. ‘’Hadirnya generasi milenial diharapkan memberi warna positif terhadap pemilu,’’ ungkapnya. (her/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here