Pemilih Bengkak, Surat Suara Cekak

78

MADIUN – Pendataan pemilih tambahan untuk Pemilu 2019 di Kota Madiun sudah final. Kemarin (20/3) KPU Kota Madiun mencatat sebanyak 1.825 pemilih masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). ’’Ada peningkatan dibanding saat rekapitulasi data 20 Februrari lalu,’’ kata Komisioner KPU Kota Madiun Wisnu Wardhana.

Dia menjelaskan, saat itu jumlah pemilih yang sudah mengurus dokumen A5 tercatat 1.202 orang. Selain pemilih masuk, ada pemilih yang menggunakan hak pilihnya di luar Kota Madiun. ’’Jumlahnya 1.108 pemilih,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Kendati sudah ditetapkan, Wisnu mengaku masih ada warga dari luar daerah yang mengajukan pindah pilih ke Kota Madiun. Hanya, pihaknya belum dapat mengakomodasinya untuk saat ini. Karena memang sesuai ketentuan pasal 210 ayat (1) UU 7/2017 tentang Pemilu, bahwa proses pengajuan pindah memilih dibatasi 30 hari sebelum pemungutan suara pada 17 April. ‘’Jadi, saat ini KPU sudah menutup pelayanan untuk pindah memilih,’’ tuturnya.

Dengan kata lain, menurut Wisnu, KPU kemungkinan bisa menyesuaikan aturan soal pindah memilih jika sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Sebaliknya, jika MK tidak segera menetapkan putusan uji materi soal aturan pindah pilih, KPU tetap berpegang kepada regulasi awal. ‘’Yang jelas, kalau ada kebijakan-kebijakan baru dari KPU RI, kami siap melakukan pelayanan (proses pindah memilih, Red),’’ ucapnya.

Dalam proses ini, sebenarnya KPU Kota Madiun tidak berharap ada DPTb. Sebab, DPT sebenarnya menjadi ukuran ketelitian dan kecermatan petugas pemutakhiran data pemilih. Semakin sedikit DPTb tentu semakin bagus.

Namun, karena memang dalam ketentuan UU pemilu sudah diatur sedemikian rupa, KPU tidak bisa berbuat banyak. Dengan demikian, pemilih yang ingin pindah memilih harus tetap menggunakan hak pilihnya di daerah asal mereka. ’’Kami masih akan melihat hasil rapat dengar pendapat (RDP) maupun judicial review,’’ kata Wisnu.

Yang pasti, Wisnu menyatakan KPU Kota Madiun ekstrahati-hati dalam pembenahan data pemilih tambahan tahun kedua. Seperti mencoret tiga warga negara asing (WNA) yang sebelumnya masuk dalam DPT. Serta melakukan sampling atas hasil keberatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 perihal banyaknya pemilih dengan tanggal dan bulan lahir sama.

Diakuinya, proses itu sudah dijalani melalui verifikasi faktual (verfak) oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK). Seperti mendatangi secara door-to-door. Termasuk memastikan temuan pemilih yang tahun kelahirannya tercatat di dokumen kependudukan sekitar tahun 1910-an. Serta pemilih yang tahun kelahirannya tercatat di dokumen kependudukan sekitar tahun 1910-an. ‘’Kasus itu terjadi di Kelurahan Klegen, Kartoharjo,’’ ungkap Wisnu.

Namun demikian, lanjut dia, hasil dari verfak dinyatakan bahwa keberadaan pemilih itu ada. Bahkan, pihaknya sempat menanyakan hal tersebut ke dispendukcapil. ‘’Dari situ didapat jawaban bahwa tahun kelahiran yang tercantum dalam e-KTP tersebut terdapat kesalahan ketik atau input,’’ jelasnya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan surat suara pemilih tambahan tersebut, Wisnu mengungkapkan pihaknya mencoba berbagai alternatif. Seperti memecah pemilih tambahan itu agar tidak terkonsentrasi di satu tempat pemungutan suara (TPS), tetapi menyebar di satu kelurahan.

Menurut dia, kebijakan itu dapat mempermudah KPU untuk menyiapkan surat suara cadangan. ‘’Kami juga menghitung potensi partisipasi masyarakat kemudian ada surat suara cadangan di setiap TPS. Semoga bisa mencukupi agar mereka tetap dapat menggunakan hak suaranya,’’ tandasnya.

Sebelumnya, dari hasil proses penyortiran surat suara Pemilu 2019, didapati ada sebanyak 2.410 lembar surat suara rusak. Perinciannya, 234 lembar surat suara pilpres, 658 surat suara DPR RI, 267 surat suara DPD Jatim, 564 surat suara DPRD Jatim, dan 687 surat suara DPRD Kota Madiun. ‘’Kami sudah rekapitulasi kerusakan surat suara ini ke KPU Jatim untuk dilanjutkan ke KPU RI. Mestinya ada pengganti, karena kalau tidak ya kita bakal kekurangan surat suara,’’ terang Ketua KPU Kota Madiun Sasongko. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here