Pemikir Baru, Semangat Baru

52

28 Maret 2019 lalu, wakil rakyat di Kota Madiun memiliki kantor baru. Beralamat di Jalan Taman Praja, dekat Kantor Kecamatan Taman. Gedungnya megah, perabotannya wah. Pokoknya mewah. Mewah dalam arti sebenarnya. Juga mewah yang berarti mepet sawah. Gedung di atas lahan seluas dua hektar itu memang dekat dengan areal persawahan. Ini memberikan keuntungan tersendiri. Udara di sekitar sana jadi lebih sejuk. Khas udara pedesaan di tengah hiruk-pikuknya perkotaan. Gedung baru ini semoga membawa semangat baru.

Spirit legislatif semakin berlipat kini. Sabtu, 24 Agustus lalu, gedung baru tersebut memiliki penghuni baru. Sebanyak 30 anggota DPRD terpilih Kota Madiun hasil Pemilu Legislatif 2019 resmi dilantik. Pengucapan sumpah janji berlangsung khidmat juga di gedung baru itu. Menariknya, wakil rakyat untuk periode 2019-2024 itu mayoritas juga wajah-wajah baru. Total ada 19 wajah baru. Sisanya, merupakan incumbent. Hadirnya, pemikir-pemikir baru ini tentu diharap membawa semangat dan harapan baru untuk Kota Madiun yang lebih maju.

Sepak terjang wajah-wajah baru ini memang belum terlihat. Namun, tentu mereka memiliki program kerja masing-masing seperti yang dikampanyekan dulu. Baik program kerja pribadi maupun partai politik masing-masing. Di pundak mereka terdapat aspirasi-aspirasi masyarakat pendukungnya. Kepercayaan yang diberikan untuk duduk di kursi legislatif tentu tidak akan disia-siakan begitu saja. Sebaliknya, saya optimis mereka langsung tancap gas. Berupaya mewujudkan amanah yang diberikan masyarakat.

19 anggota baru ini juga dari beragam latar belakang usia dan pendidikan. Ada juga yang milenial. Masih 24 tahun usianya. Anggota termuda dalam periode ini. Mereka yang muda tentu diharap dapat membawa aspirasi golongannya. Minimal golongan berdasar usia. Aspirasi kaum milenial di Kota Madiun pastinya akan lebih banyak tertampung. Pemikir muda biasanya juga kaya akan inovasi baru. Energik, berani, dan kaya inovasi. Dari kreatifitas mereka terobosan-terobosan baru mengemuka. Ini sejalan dengan konsep smart city yang tengah berjalan di Kota Madiun.

Mereka juga datang dengan beragam latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Ada yang pengusaha. Ada pula dokter gigi. Tatkala keberagaman ini bersatu-padu, pastinya akan semakin mudah dalam menyelesaikan permasalahan di Kota Madiun. Dari sisi genre, terdapat tujuh anggota DPRD perempuan. Mereka juga datang dari beragam usia. Ini menjadi keuntungan tersendiri. Aspirasi kaum hawa semakin terfasilitasi.

Semangat baru ini semakin lengkap dengan 11 anggota yang merupakan wajah lama. Pengalaman mereka selama menjadi wakil rakyat bisa saling dikolaborasikan. Saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Saling melengkapi. Jika ini berjalan baik. Pembangunan di Kota Madiun akan semakin merata. Semakin berimbang di semua bidang.

Mereka sudah resmi menjadi anggota dewan. Tinggal menunggu aksi-aksi mereka ke depan. Hanya, jangan sampai kebablasan. Jalannya pemerintahan tidak lepas dari aturan. Komandan tertinggi dalam melakukan pekerjaan. Anggota baru tentu perlu dipahamkan. Mereka yang lama wajib berbagi pengalaman. Aturan tidak hanya sebagai pedoman. Tetapi pelindung demi keselamatan. Ini juga berlaku bagi eksekutif. Terlebih bagi saya. Karenanya, saya selalu menekankan itu kepada ASN. Jangan sampai kebablasan.

Keberhasilan pembangunan di Kota Madiun juga tidak terlepas dari peran anggota dewan periode sebelumnya. Sudah banyak pemikiran dan terobosan mereka lima tahun terakhir. Data yang saya miliki, DPRD periode 2014-2019 telah menyetujui dan menetapkan sebanyak 132 buah keputusan DPRD dan keputusan pimpinan DPRD. Selain itu, mereka juga menelurkan empat buah peraturan DPRD Kota Madiun, 16 buah perda inisiatif DPRD serta perda Kota Madiun sebanyak 115 buah yang merupakan hasil pembahasan bersama DPRD dengan pemerintah daerah setempat. Peraturan ini bukan untuk kepentingan pribadi dan golongan. Namun, demi masyarakat Kota Madiun.

Hasilnya, seperti yang terlihat saat ini. Kota Madiun semakin lebih maju dan berkembang. Berbagai kebutuhan masyarakat dapat dijangkau dengan mudah. Tentu bukan dari pemikiran DPRD semata. Hal itu merupakan hasil kerja bersama. Eksekutif-legislatif. Apa yang sudah diraih ini harus menjadi tolok ukur. Harus lebih baik ke depannya. Mengutip pernyataan ketua DPRD Periode 2014-2019 ‘hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini’. Pernyataan ini menurut saya bukan hanya pedoman. Namun, juga doa dan harapan. Terima kasih anggota dewan lama dan selamat bertugas anggota DPRD baru.

Penulis adalah Walikota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here