Pembunuhan Karangbanyu: Wakidi Dikenal sebagai Sosok Pendiam

77

NGAWI – Bagaimana sosok Wakidi semasa hidup? Kasun Jatisari Taufik Arifin menyebut, Wakidi selama ini dikenal tak banyak bicara alias pendiam. Dia cukup mengenal karakter Wakidi lantaran pria yang oleh warga disebut-sebut yang menghabisi Susanti itu kerap derep di sawahnya. ‘’Selasa setelah kejadian itu, sebenarnya dia derep di sawah saya,’’ ungkap Taufik kemarin (28/3).

Taufik mengatakan, banyak warga yang sudah mengetahui sifat Wakidi yang pendiam. Kendati demikian, tidak ada yang menyangsikan keseriusannya kalau sudah berkutat dengan pekerjaan sawah. ‘’Termasuk sregep orangnya,’’ imbuh Taufik.

Wakidi selama ini tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Anak nomor satu dan dua kembar laki-laki, telah lulus SMA. Satunya lagi perempuan masih sekolah. ‘’Sudah banyak yang tahu kalau Wakidi dan Ikhwan (suami Susanti, Red) sering cekcok. Itu karena masalah yang dulu-dulu meskipun sudah diselesaikan secara kekeluargaan,’’ bebernya.

Wakidi, lanjut dia, sekitar satu tahun lalu sempat bekerja di sawah mertua Susanti. Namun, sejak tepergok berduaan di rumah korban, Wakidi tidak pernah dipekerjakan lagi. Pun, hubungan Wakidi dan suami Susanti menjadi runyam setelah kejadian itu. ‘’Warga sini dan Dusun Jenak (tempat tinggal Wakidi, Red) sudah hafal, keduanya (Wakidi dan Ikhwan) pasti cekcok dan saling pukul kalau bertemu di hajatan manten,’’ terang Taufik.

Perangai Wakidi yang tidak banyak bicara diamini Gono, 57, salah seorang guru di SDN 03 Karangbanyu. Ya, lantaran jaraknya dekat, dulu Wakidi menuntut ilmu di sekolah itu. ‘’Dia dulu murid saya,’’ ungkap Gono.

Gono mengatakan, selain pendiam, Wakidi kecil terbilang anak yang tidak rapi. Pun, termasuk murid yang kurang moncer di bidang akademik. Rapor Wakidi banyak angka merahnya. ‘’Dia cuma sampai kelas IV,’’ kata warga Dusun Ngrampal, Desa Sidolaju, Widodaren, ini. (den/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here