Pembunuhan Karangbanyu: Polisi Temukan Celurit Masih Basah

72

NGAWI – Dugaan Wakidi adalah pelaku pembunuhan Susanti, 28, warga Dusun Jatisari, Desa Karangbanyu, Widodaren, ternyata telah terendus sedari awal. Polisi menemukan sebilah celurit saat melakukan penggerebekan di rumah Wakidi sesaat setelah korban ditemukan terkapar bersimbah darah pada Senin tengah malam (25/3). ‘’Celurit itu dalam kondisi masih basah,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu kemarin (28/3).

Ya, tidak lama setelah kejadian menggemparkan itu, polisi segera merangsek ke rumah Wakidi. Namun, pria 42 tahun itu tak ada di rumah. ‘’Saat dilakukan penggerebekan, diduga melarikan diri, lalu ditemukan tewas di rel kereta api (di Km 217 masuk Dusun Ngrancang, Desa/Kecamatan Mantingan, Red),’’ ujar Natal, sapaan akrab Pranatal Hutajulu.

Natal mengatakan, sampai saat ini kasus masih didalami. Pun, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi. Termasuk mertua dan adik ipar Susanti yang tinggal di samping rumah korban. Juga dua anak Susanti yang dengan mata kepala sendiri melihat ibunya berlumuran darah.

‘’Kedua anak korban ini saksi kunci. Salah satunya memberi keterangan pelaku sempat mendekapnya, kemudian menyabetkan senjata tajam ke ibunya,’’ terang perwira dengan dua melati di pundak itu.

Natal menambahkan, salah seorang saksi sempat melihat pelaku mengintip rumah korban sekitar pukul 19.00, Senin (25/3). ‘’Sebelumnya pelaku sempat masuk rumah korban, tapi menginjak kaki anak korban sehingga upaya itu (pembunuhan, Red) batal,’’ ujarnya.  ‘’Dari bukti-bukti yang didapat, sementara masih pelaku tunggal,’’ imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakidi ditemukan tewas tersambar kereta api (KA), Rabu lalu (27/3). Pria yang disebut-sebut warga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Susanti tersebut meregang nyawa di jalur KA Km 217 masuk Dusun Ngrancang, Desa/Kecamatan Mantingan.

Di lokasi kejadian, tubuh Wakidi yang saat itu mengenakan jaket hitam dan celana jins pendek biru terpisah menjadi dua bagian akibat ditabrak kereta. Kepalanya berada di dalam badan rel, sementara bagian lain tergeletak di pinggir rel dekat parit.

Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib menyebut, ada tidaknya keterkaitan antara kasus pembunuhan Susanti dan tewasnya Wakidi masih perlu bukti yang benar-benar valid. Kendati begitu, dia tidak menampik bahwa oleh sebagian warga Wakidi disebut-sebut sebagai pelaku pembunuhan terhadap Susanti. (den/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here