Pembunuhan Karangbanyu: Polisi Amankan Potongan Rambut Korban

175

NGAWI – Polisi enggan berspekulasi terkait mencuatnya isu asmara terlarang di balik tewasnya Susanti seperti yang berkembang di masyarakat sekitar. Meski begitu, pelaku ditengarai orang yang sudah paham dengan seluk beluk rumah korban. ‘’Hasil olah TKP, diduga pelaku sudah tahu kondisi rumah korban,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi M. Indra Nadjib kemarin (26/3).

Pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk membongkar dalang di balik rajapati berdarah tersebut. Di antaranya, satu lembar karpet dan kasur dengan bercak darah, tiga buah bantal, serta potongan rambut korban. ‘’Menilik bekas luka di tubuh korban, pelaku memakai benda tajam saat melangsungkan aksinya,’’ ujarnya.

Kondisi suami korban yang tidak berada di rumah saat peristiwa itu terjadi juga menjadi hal yang diperhatikan dalam penyelidikan. Pun, sayatan di pipi kiri bawah telinga anak sulung Susanti turut diperhitungkan. ‘’Ada tidaknya unsur perencanaan serta apa motif pelaku, kami belum bisa menjelaskan, masih dalam penyelidikan,’’ tegas Indra.

Indra menambahkan, korban meninggal saat dalam perawatan medis. Susanti mengembuskan napas terakhirnya di RSUD dr Soeroto Ngawi kemarin sekitar pukul 02.00 dini hari. ‘’Saat kejadian, korban di rumah bersama dua anaknya. Suaminya keluar rumah sejak pukul 21.30,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here