Pembunuhan Karangbanyu: Pelaku Masuk lewat Pintu Belakang

318

NGAWI – Peristiwa rajapati menggegerkan Desa Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Senin malam (25/3) sekitar pukul 23.50, Susanti, 28, warga Dusun Jatisari, desa setempat, ditemukan tewas dengan luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. ‘’Pelaku langsung kabur melarikan diri. Waktu itu suami korban sedang memancing,’’ kata Muslikin, salah seorang kerabat korban, kemarin (26/3).

Susanti ditemukan di depan televisi ruang tamu rumahnya dengan kondisi bersimbah darah. Dugaan kuat, korban dibunuh secara membabi buta dengan senjata tajam (sajam). Itu terlihat dari luka bacok di sekujur tubuhnya. Mulai pelipis kiri sampai hidung, rahang kiri sampai ujung bibir, kepala bagian belakang, hingga sayatan pada punggung. ‘’Korban sedang tidur dengan dua anaknya, 10 tahun dan tiga tahun. Yang besar juga luka di bawah telinga kirinya,’’ terang Muslikin.

Kerabat Susanti yang tinggal berdampingan rumah sempat mendengar suara gemblodhak seperti batang kayu jatuh dari dalam rumah korban. Sang kerabat itu dan sejumlah tetangga langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Korban yang diketahui masih bernapas segera dilarikan ke  Puskesmas Walikukun. ‘’Kemudian dirujuk ke rumah sakit, tapi akhirnya meninggal karena banyak kehilangan darah,’’ ungkapnya.

Muslikin mengatakan, pelaku diduga masuk rumah korban lewat pintu belakang. ‘’Anehnya, pelaku melubangi dinding tepat dengan pengancing pintu berupa kayu yang dipaku di gawang pintu. Kalau bunyi gemblodhak kemungkinan batang kayu lain yang disandarkan dari dalam,’’ paparnya.

Muslikin menuturkan, pada Sabtu malam (23/3) rumah Susanti sempat didatangi tamu tak diundang. Tamu tersebut memakai penutup kepala dengan menenteng benda diduga sajam. Namun, kedatangannya tepergok lantaran tak sengaja menginjak tangan anak korban. ‘’Orang itu langsung lari setelah korban dan anak-anaknya bangun. Suaminya pas ke sawah ngurusi panen padi,’’ ujarnya.

Kapolsek Widodaren AKP Juwahir membenarkan peristiwa pembunuhan yang terjadi di wilayah hukumnya tersebut. Pun, kata dia, polisi sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. ‘’Pelakunya masih dalam penyelidikan,’’ kata Juwahir. (den/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here