Pembunuhan Karangbanyu: Kedua Anak Korban Berpotensi Alami Trauma

171

NGAWI – Peristiwa terbunuhnya Susanti tidak hanya menggemparkan warga Dusun Jatisari, Desa Karangbanyu, Widodaren. Kedua putranya yang masing-masing berusia 10 dan 4 tahun bisa jadi mengalami trauma dan luka batin. Bagaimana tidak, insiden berdarah itu terjadi di depan mata kepala keduanya.

‘’Ibu adalah sosok yang paling dekat secara emosional dan intimasi fisik,’’ kata Robik Anwar Dani, psikolog asli Ngawi yang juga dosen psikologi Universitas Widya Mandala (Wima) Kota Madiun, kemarin (27/3).

Karena itu, Robik berharap adanya pendampingan psikis bagi kedua putra korban. Selain depresi, kata dia, keduanya berpotensi mengalami gangguan kejiwaan yang lain. ‘’Marah sudah pasti, karena itu adalah mekanisme manusia. Apalagi, dalam kasus ini yang menjadi korban adalah ibu kandungnya,’’ papar Robik.

Dia mengatakan, kedua anak korban berpotensi mengalami tekanan yang berbeda satu sama lain. Itu menilik perbedaan usianya. Si sulung yang sudah berusia 10 tahun, diyakini Robik, telah memiliki kemampuan kognitif yang cukup. ‘’Akan memiliki reka adegan sendiri dalam otaknya. Dengan kondisi seperti itu, pendampingan psikis kepada keduanya menjadi penting untuk mengantisipasi potensi-potensi buruk,’’ imbuhnya.

Sedangkan si bungsu, lanjut Robik, dimungkinkan mengalami post traumatic stress disorder (PTSD). Ini lantaran kemampuan kognitif anak seumur itu belum sebaik kakaknya. Trauma yang dialami tidak akan langsung terwujud alias tertunda.

Apa yang terekam di ingatan balita tersebut akan disadarinya beberapa tahun kemudian. ‘’Yang dikhawatirkan, kemungkinan besar bisa muncul rasa dendam atau wujud trauma yang lain. Misal menjadi takut dengan benda-benda tajam,’’ ungkapnya.

Robik menuturkan, pendampingan psikis terhadap kedua anak korban mesti dilakukan secara berkala. Tidak cukup dengan pendampingan awal pasca kejadian. ‘’Saya melihat, penanganan psikologis untuk anak dalam kasus seperti ini minim sekali dan lebih fokus ke kasus atau pelakunya. Harusnya, ada trauma healing berkala,’’ ujarnya. (den/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here