’’Pembunuh’’ Susanti Tewas Tersambar KA

259

NGAWI – Misteri di balik terbunuhnya Susanti, 28, warga Dusun Jatisari, Desa Karangbanyu, Widodaren, semakin pelik. Itu menyusul tewasnya Wakidi, 42, warga Dusun Jenak, Desa Sidolaju, Widodaren, lantaran tersambar kereta api kemarin (27/3).

Pria yang disebut-sebut warga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Susanti tersebut meregang nyawa di jalur kereta api (KA) Km 217 masuk Dusun Ngrancang, Desa/Kecamatan Mantingan. ‘’Warga Jenak yang sering cekcok dengan Ikhwan (suami Susanti, Red) ya Wakidi itu,’’ kata Kasun Jatisari Taufik Arifin.

Diberitakan sebelumnya, Susanti tewas dengan beberapa luka bekas sabetan benda tajam. Nyawa ibu dua anak itu tak tertolong meski sempat mendapatkan perawatan medis usai ditemukan terkapar bersimbah darah di rumahnya. Di kalangan warga setempat, pelaku mengarah pada Wakidi yang setahun belakangan diduga terlibat asmara terlarang dengan korban. ‘’Sudah menjadi rahasia umum itu (masalah asmara, Red). Setelah terjadi pembunuhan, Wakidi juga tidak ada di rumahnya,’’ ujar Taufik.

Baca juga : Pembunuhan Karangbanyu: Isu Cinta Segitiga Mencuat

Kapolsek Mantingan AKP Suparno mengatakan, sekitar pukul 06.30 kemarin pihaknya mendapatkan laporan bahwa di Km 217 ditemukan orang tersambar kereta api. Setelah dilakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP), korban adalah Wakidi.

Di lokasi kejadian, tubuh Wakidi terpisah menjadi dua bagian akibat ditabrak kereta. Kepalanya berada di dalam badan rel, sementara bagian lain tergeletak di pinggir rel dekat parit. ‘’Pakai jaket hitam dan celana jins pendek warna biru,’’ tuturnya.

Suparno enggan berspekulasi tentang ada atau tidaknya kaitan antara peristiwa Wakidi tertabrak kereta di wilayah hukumnya dengan kasus pembunuhan di Desa Karangbanyu. ‘’Tentang itu, kami belum bisa memastikannya. Yang jelas, petugas polres tadi juga datang ke TKP,’’ ungkapnya.

Hal senada dilontarkan Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib. Dia menyebut, ada tidaknya keterkaitan antara kasus pembunuhan Susanti dan tewasnya Wakidi masih perlu bukti yang benar-benar valid. Kendati begitu, Indra tidak menampik bahwa oleh sebagian warga Wakidi disebut-sebut sebagai pelaku pembunuhan terhadap Susanti.

Baca juga : Pembunuhan Karangbanyu: Pelaku Masuk lewat Pintu Belakang

‘’Kalau sekadar isu seperti itu belum bisa dijadikan acuan. Butuh bukti-bukti mendasar,’’ tegasnya. ‘’Kami tetap melakukan penyelidikan. Baik tentang kasus pembunuhan itu maupun korban di rel kereta api yang dianggap sebagian warga sebagai pelaku pembunuhan di Karangbanyu,’’ imbuh Indra.

Namun, Indra mengamini bahwa temuan sebo alias penutup kepala di sekitar TKP Wakidi tertabrak kereta menjadi sesuatu yang patut dipertimbangkan untuk mengungkap misteri di balik tewasnya Susanti. ‘’Ya, selain kartu identitas dan sejumlah uang, kami mengamankan sebuah sebo dari TKP,’’ ujarnya.

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan, kata dia, hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan tidak adanya temuan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Wakidi. Indra ambil contoh bekas ikatan di tangan atau kaki, untuk mengacu adanya unsur kesengajaan. ‘’Kesimpulan sementara, korban (Wakidi, Red) meninggal karena tersambar kereta api. Ada atau tidaknya unsur kesengajaan yang lain masih kami dalami,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here