Pembuang Bayi di Sungai Lanang Belum Terungkap, Penyelidikan Polisi Rambah Wilayah Tetangga

44
TELISIK: Sejumlah petugas saat melakukan olah TKP penemuan jasad bayi.

NGAWI – Simpul kasus penemuan jasad bayi di Sungai Lanang masuk Dusun Jetak, Desa Sumberejo, Senin lalu (8/7) masih belum terurai. Minimnya petunjuk di tempat kejadian perkara (TKP) membuat polisi bekernyit dahi. Meski begitu, upaya penyelidikan terus berlanjut.

Korps baju cokelat terus berupaya menelisik siapa dalang di balik perbuatan keji tersebut. ‘’Cukup kesulitan untuk menemukan sidik jari karena kondisinya (jasad bayi) di dalam air,’’ kata Kapolsek Sine Iptu M. Farid Suharta Rabu (10/7).

Dua hari sudah polisi melakukan penyelidikan kasus yang sempat menggemparkan warga setempat itu. Pun, tujuh desa di hulu Sungai Lanang dijelajahi. Namun, sejauh ini belum membuahkan hasil. ‘’Kami juga sudah berkoordinasi dengan polsek sekitar serta Polres Sragen,’’ ungkapnya.

Farid mengatakan, kecil kemungkinan pelaku merupakan warga sekitar TKP. Melainkan diduga kuat berasal dari luar daerah. Karena itu, area penyelidikan diperluas. Dari yang semula tujuh desa di kawasan hulu sungai berkembang wilayah tetangga. ‘’Akan kami usut sampai tuntas kasus ini. Penyelidikan terus dilakukan sementara menunggu hasil otopsi,’’ tegasnya.

Dia menyebut, hasil otopsi bakal menjadi petunjuk penting. Setidaknya, akan terkuak penyebab kematian si jabang bayi maupun kapan meninggalnya. ‘’Kami juga memanfaatkan keberadaan media sosial untuk menghimpun informasi,’’ tutur Farid.

Sejatinya, polisi telah mengamankan sepotong kaus dari lokasi kejadian ketika olah TKP. Namun, belakangan diketahui barang itu dibawa saksi pada saat mengevakuasi jasad bayi malang tersebut. ‘’Sengaja dibawa untuk tempat bayi waktu diangkat. Tapi, itu juga sudah kami amankan,’’ terang Farid.

Penemuan jasad bayi di Sungai Lanang bermula saat salah seorang petani setempat hendak mencuci alat semprot tanaman di sungai. Sempat dikira boneka, petani tersebut lantas memanggil warga lain untuk memastikan.

Tak berselang lama, warga lantas melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Sine. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu diduga lahir prematur dengan usia kandungan lima sampai enam bulan. (den/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here