KriminalitasMadiun

Pembobolan Brankas Pabrik dan Toko Modern

Bapak-Anak Satu Komplotan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelarian para pembobol brankas gudang bahan makanan berakhir. Empat dari lima pelaku aksi kejahatan di PT K33 Cabang Madiun Jalan Raya Solo di Kincang Wetan, Jiwan, Kabupaten Madiun, itu berhasil diamankan.

Perburuan sindikat pembobol brankas ini dilakukan akhir pekan lalu (25/7). Berselang dua hari dari aksi kejahatan yang dilakukan pada Kamis malam (23/7). Polisi mengawali perburuan dengan mendatangi rumah tersangka HS di Mojopurno, Ngariboyo, Magetan. Setelah menginterogasi HS, tim buru sergap Satreskrim Polres Madiun Kota bergegas ke Wonogiri, Jateng, sekitar pukul 22.00. Guna menangkap tiga pelaku lainnya: AW, RF, dan SM. ‘’Tersangka SM merupakan anak dari AW, warga Desa Mundu, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jateng,’’ terang Kapolres Madiun Kota AKBP R. Bobby Aria Prakasa.

Bobby menambahkan, sehari sebelum beraksi komplotan ini sudah memastikan sasaran yang hendak dibobol. Setelah mendapatkan sasaran, komplotan ini melancarkan aksi keesokan harinya sekitar pukul 20.00. ‘’Kelima residivis ini berbagi peran,’’ katanya.

Komplotan ini hanya butuh waktu sepuluh menit untuk menjebol tembok setebal 14 sentimeter dengan linggis. Tembok yang dijebol berdiameter sekitar 40 sentimeter. Sehingga hanya tiga pelaku yang bisa masuk. Dua lainnya badannya tak muat,’’ bebernya.

Setelah berhasil masuk, tiga pelaku mencongkel pintu satu-satunya ruangan di dalam gudang bahan makanan tersebut. Kemudian mencongkel dan memotong brankas di ruang itu dengan linggis dan gergaji besi. ‘’Mereka berhasil membawa kabur uang tunai Rp 120 juta. Juga, tujuh unit telepon genggam dan satu perangkat CCTV,’’ jelasnya.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Fatah Meilana menambahkan, komplotan ini membobol brankas salah satu toko modern di Magetan pada 12 Juli 2020. Karena itu, HS dan AW kini diproses Polres Madiun Kota. Sedangkan RF dan SM menjalani pemeriksaan di Polres Magetan. ‘’HS sendiri merupakan residivis kasus yang sama pada 2015. Sedangkan AW residivis tahun 2017,’’ ungkapnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close