Pembobol ATM Indomaret Tergolong Maling Kelas Teri

333

MADIUN – Polisi masih kesulitan mendapatkan petunjuk kasus percobaan pembobolan ATM di Indomaret Jalan Salak. Pelaku begitu lihai sehingga minim bukti di TKP. Seperti melumpuhkan semua CCTV yang terpasang.  ’’Sembilan CCTV dilumpuhkan dengan cat semprot,’’ kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono.

Kata dia, masih ada CCTV yang tidak disemprot cat. Namun, wajah pelaku tidak terekam jelas. Penyelidikan juga terbentur minimnya saksi mata. Lokasi toko waralaba yang berada di kawasan perkantoran dan dekat bangunan kosong dimanfaatkan betul pelaku. ’’Memang sepi, kami masih periksa keterangan karyawan Indomaret,’’ ujar kasat reskrim.

Kepala Bidang Pemasaran Bisnis BNI 46 Cabang Madiun Yunus Purwantono  menyebut, pelaku pembobolan ATM adalah maling kelas teri. Itu dilihat dari cara pelaku membobol ATM menggunakan sejumlah alat manual. Mulai las, linggis, hingga benda pencongkel lainnya. ’’Maling pemula ibarat masih anak SD,’’ katanya.

Yunus berkata demikian lantaran menganggap pelaku belum berpengalaman. Tidak tahu seluk-beluk mendalam  seputar mesin ATM. Di mana mesin ATM yang terbaur dan berstandar memiliki keamanan berlapis yang di dalamnya masih ada lemari brankas. ’’Dikiranya setelah dibuka langsung ada uangnya, padahal di dalamnya ada lemari penyimpanan,’’ ujarnya.

’’Dan ini sepertinya dilakukan orang luar, artinya tidak ada sangkut pautnya dengan  orang dalam. Karena beberapa kasus pembobolan ATM yang melibatkan orang dalam biasanya tidak dengan perusakan seperti itu, karena dia sudah tahu operasional ATM-nya,’’ imbuh Yunus.

Sementara, kasus pembobolan ATM  dengan maling kelas kakap terjaring dalam sindikat internasional. ’’Kalau sudah internasional, para sindikat bobolnya pakai teknologi dan pakai gadget,’’ sebutnya.

Yunus yang juga warga Perum Salak ini kali pertama mengetahui informasi tersebut dari satpam Perum Salak. Dia mengakui kawasan Indomaret Jalan Salak memang sepi. Pun Yunus merupakan pelanggan toko waralaba tersebut. Wajar jika pelaku menyasarnya sebagai target.  ’’Yang dicari ya ATM yang sepi, artinya tidak terlalu ramai lokasinya. Di situ juga ada warung angkringan. Jam 00.00 masih ramai, sehingga mungkin (pelaku) menunggu dulu,’’ paparnya.

Yunus menyebut, besi ATM tidak mudah dibobol begitu saja menggunakan mesin las lantaran lapisan besinya cukup tebal. Sehingga pelaku kesulitan untuk membukanya.

’’Karena waktunya pendek, mereka nggak bisa lama-lama dan cari target lainnya, barangkali seperti itu. Harusnya toko sekelas Indomaret punya  alarm yang bisa mendeteksi pergerakan mencurigakan, terpasang di pintu masuk mereka. Kalau ada  yang mecurigakan, alarm bisa berbunyi,’’ urainya.

Sri, pedagang jajajan yang berada tak jauh dari TKP, mengatakan bahwa dia buka toko pukul 04.00 atau 05.00. Kata dia, rumah yang berada persis di sebelah toko adalah kos-kosan. Malam kejadian, dimungkinkan banyak penghuni kos yang pulang kampung. Sedangkan pemilik kos tidak ada di rumah. Kecil kemungkinan ada yang curiga dengan suara berisik dari Indomaret. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here