Pembiayaan Penyakit DBD Ditanggung Pemkab

128

PONOROGO – Begitu Ponorogo menetapkan kejadian luar biasa (KLB), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak lagi menjamin pembiayaan penyakit DBD. Perpres Nomor 82/2018 mengatur itu. Karena itu, seluruh pembiayaan dibebankan kepada pemerintah daerah. ‘’Ada ketentuan khusus tentang pembiayaan tersebut,’’ kata Kabid Pelayanan Medik RSUD Dr Hardjono dr Siti Nurfaidah.

Untuk membebaskan beban pembiayaan, pemkab menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati Ponorogo Nomor 188.45/1070/405.10/2019 tentang Penetapan KLB DBD per 30 Januari. Kebijakan itu berlaku satu bulan. Pun, sewaktu-waktu dapat berubah. ‘’Setelah SK terbit, otomatis cover pembiayaan dari BPJS tidak berlaku,’’ ujarnya.

Tanggungan pemkab itu hanya menjangkau pasien kelas III. Pasien kelas I dan II bisa menikmati sepanjang kekurangan pembiayaan berdasarkan kelasnya ditanggung mandiri. ‘’Jadi, kalau ingin tetap di kelas I, total pembiayaannya nanti dikurangi biaya yang telah ditanggung,’’ terang Siti.

Biaya pengobatan yang ditanggung itu berlaku sistem paket sesuai standar kelas III sebesar Rp 1,85 juta. Juga, berlaku bagi yang tidak terdaftar BPJS. Ketentuan ini berlaku bagi pasien di rumah sakit daerah dan swasta. ‘’Ketentuan ini berlaku merata untuk seluruh rumah sakit di Ponorogo,’’ tegas Prima Iswahyudi, kasubag Pengembangan Pasar RSU Aisyiyah Ponorogo.

Kendati demikian, masih ada warga yang belum mengetahui. Marjuan, misalnya, warga Slahung yang sedang mendampingi Refan Eko Aji Susilo, anaknya yang terjangkit DBD. Dia yang bukan anggota BPJS itu tidak mengetahui jika pembiayaan medis untuk anaknya kini ditanggung pemerintah. ‘’Tidak tahu kalau gratis,’’ kata Marjuan.

Hal sama diutarakan Misnub, warga Mrican, Jenangan. Anaknya terjangkit DBD dan kini dirawat di RSUD Dr Harjono. Dia berharap meskipun pembiayaan ditanggung pemerintah, tapi kualitas pelayanan tetap maksimal. ‘’Semoga fasilitas dan kualitas pelayanannya tetap maksimal,’’ harap Misnub. *** (fin/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here