Pembiaran Parkir di Trotoar-Bahu Jalan Picu Kecemburuan PKL

20
MAKAN TROTOAR: Kondisi parkir kendaraan di depan salah satu swalayan di Jalan Ahmad Yani, Ngawi, yang memakan trotoar.

NGAWI – Fenomena parkir kendaraan di trotoar dan bahu jalan masih marak di wilayah Ngawi Kota. Itu pula yang sempat memicu kecemburuan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) beberapa hari terakhir bersamaan rencana pemkab melakukan penertiban.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Yulianto Kusprasetyo mengatakan, parkir di trotoar dan bahu jalan biasanya terjadi di toko atau pusat perbelanjaan yang tidak memiliki halaman luas. ‘’Tapi, kalau mau ditertibkan sekalian silakan saja,’’ ujarnya Minggu (16/6).

Yulianto mengatakan, aturan tentang parkir termuat dalam Perda Nomor; 12 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran. Pun, selama ini pihaknya sudah berupaya mengatur perparkiran tepi jalan. Salah satunya dengan menyediakan rambu-rambu lalu-lintas petunjuk parkir. ‘’Kami sudah menyediakan,’’ tegasnya.

Menurut Yulianto, pemasangan rambu itu merupakan salah satu upaya untuk mengarahkan warga memarkir kendaraannya di tempat yang semestinya. Namun, jika terjadi pelanggaran, penindakannya juga melibatkan pihak lain seperti kepolisian dan satpol PP. ‘’Bukannya saling melempar tanggung jawab. Memang peraturannya seperti itu,’’ jelasnya.

Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono sebelumnya juga sempat berharap dishub ikut turun tangan menertibkan parkir yang memakan trotor dan bahu jalan. Sebab, pembiaran kondisi tersebut berdampak pada proses penertiban PKL yang sedang gencar dilakukan pihaknya. ‘’Supaya pedagang tidak iri,’’ ujar Arif. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here