Pembenahan Terminal Purboyo Terganjal Status Kepemilikan

79

TERMINAL Purboyo Madiun sulit dibenahi. Sebelum sertifikat tanahnya berubah status dari kepemilikan Pemkot Madiun ke Kementerian Perhubungan. Sampai kini, penerbitan sertifikat di pemerintah pusat tak kunjung jadi. ‘’Sertifikatnya molor lagi. Mungkin setahun dua tahun lagi,’’ kata Korsatpel Terminal Purboyo Madiun Suyatno.

Suyatno mengharapkan adanya campur tangan dari Pemkot Madiun. Dalam menyelesaikan urusan administrasi yang mengganjal tindak lanjut pembenahan terminal tipe A pasca pengelolaannya dilimpahkan. ‘’Mohon Pak Wali (Wali Kota Maidi, Red) ikut turun tangan. Agar bisa mempercepat proses penerbitannya,’’ ujarnya.

Sebelum turun legalitas pelimpahan itu, pembenahan yang bisa dilakukan sebatas pelayanan. Seperti penertiban kedatangan bus dan memperketat pemeriksaan bus yang dirutinkan setiap harinya. ‘’Purboyo ini terminal lintas. Sebanyak 80 persen didatangi bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Kami benar-benar memastikan kelayakan armada,’’ tuturnya.

Selain pemeriksaan teknis, kelengkapan administrasi setiap armada juga dipelototi. Mulai kartu pengawasan dan kir hingga surat izin mengemudi (SIM) setiap sopir bus. Kesehatan awak bus yang notabene bermobilitas tinggi juga menjadi atensi. ‘’Sejauh ini aman, nihil temuan,’’ ungkapnya.

Selanjutnya, bus antarkota dalam provinsi (AKDP) bakal lebih ditertibkan. Termasuk angkutan kota (angkot), meskipun kedatangannya tinggal 5-8 unit sehari. Namun, moda transportasi lokal itu disebut mengalami penambahan penumpang. ‘’Bahkan,  penumpang-penumpang yang menunggu pinggir jalan sudah kami tertibkan,’’ terangnya. (mgd/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here