Pembelian Premium Dibatasi Nominal dan Waktu

130

PACITAN – Pembatasan jatah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai dirasakan warga. Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ploso, Pacitan, misalnya. Antrean panjang pembeli tak terhindarkan. Sejumlah kendaraan mengular hingga keluar SPBU. Kondisi tersebut juga akibat penerapan sif pelayanan di sejumlah SPBU.

Sujarno, salah seorang petugas SPBU setempat, mengungkapkan antrean sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Itu lantaran jumlah BBM yang disalurkan per hari dari 16 kiloliter jadi delapan kiloliter. Bahkan, khusus BBM jenis premium hanya diperbolehkan pada waktu tertentu. ‘’Mulai sekarang diberlakukan sif,’’ katanya.

Yakni, tiga kali sehari. Pagi pukul 07.00-09.00, siang 14.00-16.00, dan malam 19.00-21.00. Di luar waktu tersebut, penjualan premium tidak dilayani. Pilihannya pertalite atau pertamax. ‘’Setiap pembelian premium juga hanya dibatasi maksimal Rp 150 ribu,’’ ujarnya.

Menurut dia, hampir setiap dibuka sif, antrean selalu panjang. Baik pagi, siang, maupun malam. Terkait melubernya antrean, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Dalihnya sekadar menjalankan ketentuan. Pun terjadi di SPBU Nanggungan yang sama menyalurkan premium. ‘’Semuanya ngantre untuk pembelian premium,’’ tuturnya.

Sumiran, salah seorang warga, kecewa dengan pembatasan pembelian premium tersebut. Apalagi pelayanannya sif-sifan. Dia berharap penjualan premium kembali seperti semula. Tanpa sif. ‘’Kalau pembatasan jatah tidak masalah. Paling mobil saja yang terasa. Tapi kalau ada sifnya, akhirnya antrean numpuk seperti ini,’’ kesalnya.

Meski begitu, laki-laki yang berprofesi nelayan itu memilih bertahan dalam antrean. Dia enggan membeli pertalite atau pertamax. Alasannya berhemat. Pasalnya, premium lebih murah. Selisihnya lebih Rp 1.500 dibanding pertalite dan Rp 3.000 dengan pertamax. ‘’Kalau orang kecil seperti saya pilih yang murah,’’ ujarnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here