Madiun

Pembebasan Lahan Ring Road Terganjal

MADIUN – Progres pembebasan lahan Desa Buduran, Wonoasri, Kabupaten Madiun mengambang di lautan. Dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) terganjal rekomendasi dari salah seorang ahli waris tanah itu yang bekerja sebagai pelaut.

Organisasi perangkat daerah (OPD) itu terkendala jarak dan komunikasi hingga kesulitan menuntaskan akuisisi lahan untuk mengubah akses jalan dua arah ke Pasar Baru Caruban (PBC) itu. ‘’Sulit komunikasi lewat telepon karena tidak bisa dipastikan waktu singgah di daratan,’’ kata Kabid Pertanahan Disperkim Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo.

Toni mengungkapkan, lahan yang bakal ditebus seluas 793 meter persegi hasil penghitungan Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Madiun. Tuan tanahnya telah meninggal dunia dan diwariskan ke enam anaknya. Lima di antaranya telah memberikan lampu hijau. Akan tetapi, keputusan itu belum bulat sebelum ada persetujuan dari satu ahli waris tersisa. Juga paling krusial lantaran berstatus kakak tertua dan surat sertifikat asli dibawa yang terkait. ’’Semakin susah karena ahli waris domisilinya di Kalimantan,’’ ungkapnya.

Persetujuan lima ahli waris diperoleh disperkim usai tiga kali menggelar rapat. Mereka menyepakati harga appraisal Rp 1,5 juta per meter. Nominal itu merupakan hasil penghitungan tahun ini. Bila ahli waris tertua sudah menyatakan deal dan mampu menunjukkan sertifikat asli, OPD yang sementara dinakhodai Soedjiono ini segera menindaklanjuti pemberkasan hingga pembayaran. ’’Anggaran Rp 1,2 miliar sudah tersedia,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Toni menyatakan, pihaknya punya gambaran kakak tertua itu pulang di momen Lebaran tahun ini. Namun, hingga pekan pertama masuk kerja pasca-libur panjang, keluarga pemilik lahan tidak memberikan kabar. Sebelumnya, mereka sempat menyampaikan seandainya pulang akan langsung mendatangi kantor disperkim. Disinggung kemungkinan satu ahli waris itu menolak, Toni menepisnya. Meski tidak bisa memastikan, peluang tersebut terbilang kecil. ’’Kalau melihat hasil komunikasi dengan keluarga, si kakak sulung ini juga menyetujui,’’ ucapnya seraya menyebut pendekatan coba dilakukan lewat kepala desa Buduran.

Dia menambahkan, pembebasan lahan untuk keperluan perluasan jalur ringroad menjadi dua bidang tercetus akhir tahun lalu. Bersamaan dengan pengusulan anggaran ke DPRD. ‘’Kami tindaklanjuti ke BPN dan bidang tata ruang. Yang memakan waktu adalah menunggu hasil pengukuran,’’ bebernya. (cor/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close