Pembangunan TPA Baru Terkendala Lahan

39
Bupati Magetan Suprawoto saat meninjau lokasi TPA Milangsari di Panekan beberapa waktu lalu. Sekarang TPA itu sudah overload sehingga perlu dicarikan lahan baru.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – TPA Milangasri di Kecamatan Panekan sudah overload. Sehingga, sampah yang masuk harus ditumpuk. Kondisi itu diperparah dengan sistem open dumping yang diterapkan dinas lingkungan hidup (DLH) untuk pengelolaan sampah tersebut. ‘’Kami berencana membangun TPA baru. Tapi, saat ini masih dalam proses mencari lahan,’’ kata Plt Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun Rabu (21/8).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya menggandeng tim ahli dari UGM Jogjakarta. Mereka dibebani tugas untuk mengkaji lahan TPA baru. Mulai kontur tanah hingga konsep pengelolaan sampah. Namun, Muchlis irit bicara saat ditanya di mana lokasi TPA baru tersebut. ‘’Masalah tanah ini sensitif. Jika ada oknum tak bertanggung jawab tahu, bisa dimanfaatkan,’’ ujarnya.

Setelah kajian selesai dilakukan, pihaknya bakal menyiapkan studi kelayakan TPA baru. Tentunya dengan kebutuhan luas lahan sekitar 4 hektare. ‘’Idealnya begitu. Harus lebih luas dari yang lama,’’ tuturnya.

Selain menggandeng UGM, pihaknya juga bekerja sama dengan UNS Surakarta untuk melakukan kajian analisis dampak lingkungan (amdal). Serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Magetan untuk melakukan appraisal tanah yang akan dijadikan sebagai lokasi TPA baru. ‘’Jadi, ketika feasibility study (FS) sudah ready, persyaratan lainnya juga sudah siap. Supaya lebih cepat,’’ kata Muchlis.

Disebutkannya, butuh anggaran sekitar Rp 7 miliar untuk proses pembebasan lahan tersebut. Namun, dia pesimistis keuangan daerah mampu mencukupi. Dengan kata lain, proses pembebasan lahan bisa dilakukan secara bertahap (multiyears) dalam dua tahun anggaran. ‘’Penting kami mengajukan dulu saja. Karena dasar pelaksanaan kegiatan kan dari usulan,’’ ujar mantan kabag humas dan protokoler pemkab tersebut.

Muchlis menambahkan, usulan anggaran itu di luar pembangunan TPA baru. Karena itu, persoalan ini perlu dibahas secara intensif antara tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dengan badan anggaran DPRD. Tapi, yang jelas, TPA baru itu bakal menerapkan sistem sanitary dan controlled landfill. ‘’Saat ini sudah penuh. Malah sudah overload. Tapi, tetap kami gunakan karena belum mendapatkan lokasi baru,’’ pungkasnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here