Pembangunan Pasar Legi Sulit Dimulai Januari

88

PONOROGO – Lupakan janji percepatan pembangunan Pasar Legi Songgolangit. Kecil kemungkinan, bangunan pasar terbesar di Bumi Reyog itu rata tanah dan dibangun ulang mulai akhir bulan ini.

Pasalnya, hingga kemarin (17/1) proses lelang penghapusan aset belum juga diluncurkan. Pemkab memperkirakan, rebuild (pembangunan ulang) mulai dapat dieksekusi Kementerian PUPR, awal Maret mendatang. ‘’Kuncinya, penghapusan aset Pasar Legi dulu, ini masih proses,’’ kata Kepala BPKAD Bambang Tri Wahono kemarin.

Bambang mengklaim tidak ada kendala terkait time schedule proyek kakap pembangunan ulang Pasar Legi. Pun, pihaknya telah merampungkan kewajiban appraisal (penilaian) terhadap pasar ikonik tersebut. Appraisal dibutuhkan sebagai dasar untuk menentukan harga minimal dari lelang penghapusan aset. Lelang tersebut diambil alih oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun. ‘’Dari kami tidak ada kendala waktu. Sudah kami serahkan appraisal-nya ke KPKNL,’’ ujarnya.

Sayangnya, hingga kemarin pihak KPKNL rupanya belum melelang penghapusan aset Pasar Legi. Bambang menyebut, urusan lelang menjadi kewenangan sepenuhnya KPKNL. Pihaknya tidak punya wewenang mengintervensi untuk meminta lelang dipercepat. Jelas ini membuat Kementerian PUPR gigit jari. Lantaran sejak awal pemerintah pusat itu berkeinginan rebuild Pasar Legi pada awal tahun ini. ‘’Asumsi kami, Januari akhir, lelang sudah ada pemenangnya. Mudah-mudahan pekan depan lelang sudah bisa diumumkan (oleh KPKNL),’’ tuturnya.

Penghapusan aset, lanjut Bambang, mensyaratkan Pasar Legi harus rata dengan tanah. Pihaknya lantas mengestimasikan proses pembongkaran sampai rata tanah memakan waktu tak sampai dua minggu. Dengan nilai taksiran sekitar Rp 900 juta, Bambang menyebut sudah ada sejumlah pihak yang tertarik berpartisipasi dalam lelang penghapusan aset Pasar Legi. ‘’Sudah ada beberapa yang berkomunikasi terkait lelang. Kami arahkan, paling tidak pekan depan lelang sudah dapat diumumkan, jadi bisa berpartisipasi di sana,’’ terang Bambang.

Bagaimana dengan sejumlah bagian Pasar Legi yang sudah dipreteli? Bambang menyebut, bagian bangunan seperti kanopi (bermaterial baja ringan) yang dipreteli dishub akan difungsikan oleh dinasnya. Hal itu merupakan kebijakan pemkab yang membolehkan organisasi perangkat daerah (OPD) memanfaatkan material-material sisa di Pasar Legi. ‘’Bagian bangunan seperti kanopi itu tidak termasuk yang di-appraisal. Menurut kami, dengan nilai appraisal sebesar itu, cukup layak. Peminatnya banyak,’’ ujarnya.

Radar Ponorogo mencoba mengonfirmasi KPKNL Madiun mengenai lelang penghapusan aset Pasar Legi. Tidak ada jawaban. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here