Pembangunan Pasar Legi Mustahil Selesai Tahun Ini

370

PONOROGO – Kecil kemungkinan Pasar Legi Songgolangit berganti wajah tahun ini. Besar kemungkinan pasar yang akan didesain menjadi bangunan empat lantai itu baru siap dihuni tahun depan. Artinya, para pedagang dari tiga simpul pasar tradisional baru bisa menempatinya 2020 mendatang. ‘’Kecil kemungkinan, (proyek senilai) Rp 244 miliar itu jadi dalam setahun,’’ kata Sekda Agus Pramono kemarin (31/1).

Sejauh ini, pemkab menerima dua versi anggaran pembangunan Pasar Legi baru. Laporan awal yang diterimanya dari BPPKAD dan bappeda, anggaran Pasar Legi baru dikucurkan bertahap dari total Rp 244 miliar. Tahun ini, Kementerian PUPR bakal membangun Pasar Legi dengan besaran duit Rp 100 miliar terlebih dahulu. Sisanya, di tahun berikutnya. Namun, versi disperdakum, anggaran Rp 244 miliar dikucurkan dalam satu tahun anggaran. ‘’Memang ada dua informasi. Perkembangan terakhir, langsung sekitar Rp 200 juta. Tapi kalau setahun, apa ya bisa,’’ ujarnya.

Pernyataan Agus sekaligus membantah klaim Kepala Disperdakum Addin Andhanawarih yang mengatakan bahwa Kementerian PUPR menggarap langsung Pasar Legi baru di tahun ini sampai selesai. Agus bahkan tak yakin proyek dengan anggaran sejumbo itu bisa direalisasi setahun. ‘’Kami berharap lebih cepat lebih bagus. Tapi, melihat besarnya anggaran, dua tahun realistis lah. Perlu multiyears itu,’’ kata mantan kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun itu.

Meski kejelasan pembangunan Pasar Legi baru belum diterimanya, Agus menilai pemkab perlu mempersiapkan proyek sebaik mungkin. Hajat pemerintah pusat itu harus didukung sepenuh hati. Agus berharap, pemenang lelang dapat menyelesaikan pembongkaran kompleks Pasar Legi seluas 8.652 meter persegi selambatnya akhir Februari. Sebab, pemerintah pusat kabarnya memulai pembangunan Pasar Legi baru Maret nanti. ‘’Tahun terus berjalan. Saya rasa pemerintah pusat juga memperhitungkan itu,’’ tuturnya.

Hal senada diungkapkan Kepala BPPKAD Bambang Tri Wahono. Lelang pembongkaran kompleks Pasar Legi telah tuntas digelar Rabu lalu (30/1). Andika Pratama yang mendaftar lelang pembongkaran secara individu memenangi lelang dengan penawaran senilai Rp 759 juta. Sementara, limit lelang kemarin ditetapkan Rp 751 juta. Saat ini, pemkab menunggu pelunasan pembayaran duit senilai Rp 759 juta dari makelar lelang bongkaran aset asal Kota Solo itu. Jika sudah, pemenang lelang diharap dapat segera mengeksekusi pembongkaran. ‘’Kami akan menerbitkan surat perintah kerja pembongkaran (SPKP) sebagai dasar pemenang lelang untuk melaksanakan pembongkaran. Batas waktunya 45 hari, tapi kami harapkan Februari bisa selesai,’’ tegasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here