Pembangunan Kembali Jembatan Banjarsari 2 Bakal Ditender Ulang

62

PACITAN – Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Wilayah Pacitan Ramlan tidak mau ambil risiko terkait perbaikan jembatan Banjarsari 2 yang melintir. Ramlan memilih membangun ulang total jembatan gantung penghubung Desa Banjarsari dan Semanten, Pacitan, itu. ‘’ Nanti akan ada lelang baru, kami tenderkan dengan paket pekerjaan baru,’’ kata Ramlan kemari (27/3).

Penegasan Ramlan tersebut berbeda dengan keterangan Teki Awanggoro, tenaga pengawas BBPJN VIII Pacitan sebelumnya. Dia sempat mengatakan  perbaikan bakal dilakukan kontraktor pelaksana sebelumnya, PT Cahaya Agung Perdana Karya (CAPK). Ramlan menegaskan  PT CAPK bisa mengerjakan dengan syarat mampu memenangkan proses lelang baru.

Proses lelang, menurut dia, bakal dimulai secepatnya usai anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah dialokasikan. Sementara target pelaksanaan pekerjaan dilakukan usai Lebaran. Diperkirakan Juni mendatang. ‘’Harapan kami harus tuntas tahun 2019 ini,’’ ucapnya.

Untuk mengganti total jembatan Banjarsari 2 bukan keputusannya. Menurut dia, Direktorat Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR masih melakukan kajian. Mana yang dibongkar dan yang bisa dimanfaatkan. Hanya, dari hasil pantauannya,  keputusannya dimungkinkan senada dengannya. ‘’Secara teknis, posisi yang saya lihat terjadi pylon dan ada beton yang mengalami crack. Kemungkinan akan diganti semua,’’ bebernya.

Apakah pembangunan ulang juga berlaku untuk jembatan Kedungbendo? Ramlan belum bisa memastikan. Bersama Direktorat Jembatan Ditjen Binamarga Kementerian PUPR, jembatan di Arjosari itu juga akan dianalisis. Itu sebagai pedoman pihaknya untuk mengambil sikap. ‘’Kalau ada pylon dan crack kemungkinan besar juga kami ganti baru,’’ tuturnya.

Ramlan menyebut tugasnya lebih berat. Pasalnya, untuk membangun jembatan Banjarsari 2 harus membongkar jembatan lama. Menurut dia, proses tersebut cukup sulit dan memakan waktu. Hanya, pihaknya tidak memiliki pilihan lain. Pasalnya, pembangunan jembatan baru masih di lokasi yang sama. ‘’Kalau mau cari lokasi baru harus pembebasan lahan lagi. Itu kalau pemerintah daerah mau,’’ katanya.

Diberitakan sebelumnya, melintirnya jembatan Banjarsari 2 diduga akibat hal sepele. Namun, dampaknya fatal. Penambahan lubang baut membuat kekuatan jembatan berkurang. Dugaan tersebut sesuai hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya. Jembatan Banjarsari 2 yang sebelumnya dipasang police line dibongkar. Itu lantaran ada rencana pembangunan ulang jembatan tersebut. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here