Pembangunan Kampung Pesilat Berpacu dengan Waktu

61
DCIM100MEDIADJI_0135.JPG

MADIUN – Pembangunan Kampung Pesilat Madiun berkejaran dengan waktu. PT Cipta Prima Selaras (CPS) hanya punya waktu empat bulan untuk merampungkan gedung Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Madiun senilai Rp 8,3 miliar tersebut. ‘’Kami yakin selesai tepat waktu,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Madiun Arnowo Widjaja, Jumat (3/8).

Sebelumnya, pembangunan gedung IPSI sempat terkendala penentuan lokasi. Sehingga DPUPR belum bisa memasukkannya dalam lelang. Pasalnya, tujuan pembangunan gedung itu tidak sekadar memupuk kerukunan antar perguruan pencak silat. Namun, merealisasikan gagasan kampung pesilat sebagai ikon kabupaten ini. ‘’Lokasinya harus benar-benar strategis, jadi butuh pertimbangan matang,’’ tuturnya.

Kini, penentuan lokasi pendirian gedung yang bakal ditempati 12 perguruan pencak silat itu klir. Dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) telah menuntaskan pembebasan lahan di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan. Tepat di selatan Masjid Agung Quba pada sisi barat jalan. ‘’Penentuan lokasi itu juga berdasar hasil pembahasan bersama IPSI,’’ paparnya.

Berdasar papan proyek yang dipasang, kontrak PT CPS bernomor 602.1/2091/402.104/2018 yang diteken 3 Juli lalu. Kontraktor asal Kelurahan Polowijen, Kota Malang, itu memiliki waktu 180 hari kalender. Kemarin terlihat bedak pekerja sudah didirikan. Satu unit buldozer juga terlihat di lahan yang sudah mulai dipenuhi tanah uruk itu. Sejumlah dump truck bermuatan material tersebut keluar-masuk lokasi proyek seluas setengah hektare tersebut. ‘’Saat ini proses pematangan lahan. Targetnya selesai minggu ini,’’ terangnya.

Meski telah digerojok Rp 8,3 miliar, pekerjaan tak sampai menyentuh pembangunan fasilitas umum (fasum) tambahan. Seperti pagar keliling dan penataan kawasan meliputi tempat parkir. ‘’Itu dilanjutkan tahun depan,’’ tandasnya. (cor/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here