Pembangunan Gedung DPRD, Komisi III Ultimatum PT Ris Putra Delta

177

MADIUN – Komisi III DPRD Kota Madiun sepertinya tidak ingin proyek pembangunan gedung dewan baru terkatung-katung. Mereka mengultimatum PT Ris Putra Delta selaku pihak rekanan agar segera menyelesaikan pengerjaan gedung itu pada 23 Desember nanti.

Hal itu mereka tekankan ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan gedung dewan baru di wilayah Taman kemarin (14/12). Hasilnya, mereka menemukan ada perencanaan pembangunan yang kurang tepat. Terutama pada ruang komisi.

Koordinator Komisi III DPRD Kota Madiun Didik Yulianto mengungkapkan, dari tiga ruang komisi di gedung DPRD baru tersebut, terdapat satu ruang komisi yang pembangunan ruang anggotanya kurang. Dari yang seharusnya satu ruang komisi terdiri delapan ruang anggota dan satu ruang ketua komisi, hanya terdapat tujuh ruang saja. Ukurannya 2×3 meter persegi. ’’Memang ini bukan kesalahan dari sisi (pihak) pelaksana. Tapi, memang perencanaan awalnya seperti itu,’’ kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sebagai tindak lanjut, Didik bakal memberikan saran dan masukan kepada pihak rekanan maupun pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk dilakukan penyesuaian seperti halnya dua ruang komisi lainnya. ’’Jadi, masih ada sisa waktu untuk diselesaikan,’’ ujar wakil ketua DPRD Kota Madiun tersebut.

Sekretaris DPRD Kota Madiun Misdi mengaku telah meminta pihak pelaksana untuk segera menyelesaikan proyek pembangunan gedung dewan baru tersebut tepat waktu.

Menurut dia, sampai saat ini masih ada kekurangan pembangunan yang harus dikebut. Di antaranya, terkait pemasangan mechanical electrical plumbing (MEP), pengecatan, dan pemasangan pintu kaca kusen. ’’Sesuai kontrak, tanggal 23 Desember batas waktu pelaksana untuk menyelesaikan (proyek),’’ tuturnya.

Misdi menyebut, sampai dengan Senin lalu (10/12) progres pembangunan gedung dewan senilai Rp 19,3 miliar itu sudah mencapai 88 persen. Dengan demikian, masih ada deviasi sekitar 12 persen. Meski begitu, Misdi optimistis pekerjaan bisa selesai tepat waktu. ’’Kalau kata dari pihak rekanan tadi, (sisa) waktunya mencukupi. Karena hanya tinggal (proses) finishing,’’ terangnya.

Disinggung terkait pengadaan interior dan mebeler di gedung DPRD yang baru, Misdi mengatakan proses itu bakal dijalankan pada tahun depan. Dia mengungkapkan pengadaan fasilitas dan sarana pendukung kegiatan dewan itu diperkirakan menelan anggaran Rp 5 miliar lebih.

Sedangkan, terkait kapan pelaksanaan boyongan dilakukan, Misdi mengaku menyerahkan proses itu sepenuhnya kepada anggota DPRD selaku pengguna bangunan. ’’Begitu selesai pembangunan, sebenarnya siap ditempati. Cuma pindahnya kapan kan perlu pembahasan lebih lanjut,’’ jelasnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here