Pembangunan Double Track Terkendala Faktor Alam dan Nonteknis

208

MADIUN – Pengerjaan double track rel kereta api (KA) terus dikebut. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pembangunan jalur ganda untuk ruas Madiun–Nganjuk sepanjang 84 kilometer bisa selesai sebelum pertengahan tahun 2019.

Pengawas Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur Sudarto mengatakan saat ini progres pembangunan jalur ganda KA tersebut sudah mencapai 95 persen. Hanya tinggal menyelesaikan bangunan konstruksi jembatan Prajuritan dan beberapa emplasemen di ruas Madiun–Walikukun. ’’Karena wesel belum komplet semua,’’ katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun kemarin (17/3).

Selain itu, lanjut dia, pihak pelaksana proyek juga harus menggeser bangunan pos penjagaan perlintasan KA yang lahannya terdampak. Misalnya di pos perlintasan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Basuki Rahmad.

Sudarto mengungkapkan untuk pos penjagaan di Jalan Basuki Rahmad pembangunannya sudah rampung. Sedangkan, di Jalan Yos Sudarso tinggal dilakukan pembongkaran. Pekerja saat ini masih disibukkan dengan pemasangan konstruksi rel kereta api dari Stasiun Madiun menuju jembatan Prajuritan. ‘’Di Babadan (konstruksi pemasangan rel, Red) juga masih belum rampung,’’ ungkapnya.

Terkait pengoperasian jalur ganda KA ruas Madiun–Walikukun itu, Sudarto mengaku belum bisa memastikan. Yang jelas, operasional double track bakal dilakukan secara bertahap. Misalnya untuk ruas Baron–Nganjuk sudah bisa dioperasikan sejak 14 Maret lalu. Selanjutnya, pada 28 Maret giliran ruas Nganjuk–Babadan. ’’Kalau untuk ruas Madiun–Walikukun itu belakangan. Karena memang belum semua pengerjaannya selesai,’’ terangnya.

Dia menjelaskan belum selesainya pengerjaan untuk jalur ganda rel kereta api ruas Madiun–Walikukun disebabkan oleh sejumlah faktor nonteknis. Seperti belum semuanya wesel yang didatangkan dari Tiongkok oleh kemenhub tersedia. Selain itu, kendala lainnya adalah derasnya DAS Kali Madiun. Sehingga berdampak pada proses pengerjaan jembatan Prajuritan. ’’Jadi, kendala utama karena faktor alam dan nonteknis itu tadi,’’ jelas Sudarto.

Kendati demikian, Sudarto berharap proyek pembangunan double track itu bisa rampung sebelum Juni 2019. Untuk mengejar target tersebut, pihaknya terus memberikan pendampingan kepada rekanan agar mempercepat proses pengerjaan fisik. ‘’Kalau untuk pengoperasiannya nanti menunggu petunjuk dari kemenhub,’’ ujarnya.

Sementara itu, beroperasinya jalur ganda ini ada beberapa keuntungan seperti halnya, dampak keselamatan. Mengingat sistem persinyalan yang semula menggunakan sistem mekanik diganti menjadi elektrik. ’’Otomatis ada jaminan terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Selain itu juga mengurangi adanya persilangan, tidak ada saling menunggu. Kereta api berjalan di jalur masing-masing. Otomatis waktu tempuh akan semakin singkat,’’ papar Sudarto.

Seperti diketahui, pembangunan double track ruas Jombang–Madiun terdapat 20 paket konstruksi track dan jembatan. Selain itu, satu paket konstruksi persinyalan dan telekomunikasi di Stasiun Madiun (selengkapnya lihat grafis, Red). (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here