Mejayan

Pemasungan ODGJ Tinggi, Dinsos Kabupaten Madiun Tak Punya Shelter

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun menyebut kasus pemasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih tinggi. Namun, sulit terdeteksi. Sebab, banyak keluarga memilih menyembunyikannya. Berdasarkan hasil investigasi tim kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), keluarga ODGJ tak mau berpikir panjang. ‘’Seharusnya, keluarga lebih memikirkan kondisi penderita,’’ kata Fatkurahman, salah seorang petugas TKSK, Rabu (4/9).

Fatkur mencontohkan kasus HN, warga Sumberejo, Kebonsari, Kabupaten Madiun. ODGJ ini sengaja dipasung keluarganya.  Menurut dia, ini bukti perhatian orang terdekat kepada ODGJ memberikan pengobatan yang sudah diberikan dinas kesehatan (dinkes) setempat kurang. ‘’Sesui UU, pemasung yang dengan sengaja akan dikenai sanksi denda hingga hukuman pidana,’’ ujarnya.

Padahal, sesuai kebijakan pemerintah, ODGJ mesti mendapat perhatian khusus. Layaknya penyandang sosial lainnya. Melalui program pengentasan sosial diharapkan penderita ODGJ bisa lebih baik lagi. ‘’Pemerintah melarang pemasungan dan akan memberikan haknya layaknya orang nomal,’’ tuturnya.

Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati menegaskan, kurangnya sarana dan prasarana memadai membuat pihaknya kebingungan menampung ODGJ yang sudah sangat banyak. Sesuai kewenangannya, dalam penanganan masalah sosial harus dituntaskan hari itu juga. ‘’Masalahnya, kami belum memiliki shelter untuk penampungan sementara sebelum direhab,’’ ungkapnya.

Pihaknya sudah mengajukan pembangunam shelter yang sangat diperlukan saat ini. Sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, gubernur sangat mendukung pengentasan masalah sosial. ‘’Saat ini sudah kami ajukan ke provinsi agar segera ditindaklanjuti,’’ ujar Tatuk. (mgc/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close