Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Coco Bed

152

Oleh:

Tim PKM M Universitas PGRI Madiun

Ardela Ayundasari, Ilham Jiensa Wijaya, Selvia Angger Sari, Nuri Ayu Safitri

Desa Wonodadi Wetan, Kabupaten Pacitan adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki potensi lokal berupa jumlah pohon kelapa yang besar. Tidak mengherankan banyak warga yang menanam buah kelapa untuk menyambung hidup. Kelapa merupakan komoditas pertanian multiguna yang semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan oleh manusia menjadi produk-produk bernilai ekonomi. Sabut kelapa dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai barang ekonomis dengan cara melakukan teknis pengolahan terlebih dahulu sehingga dapat meningkatkan nilai dari sabut kelapa.

Sayangnya sabut kelapa di Wonodadi Wetan yang melimpah sering dibuang begitu saja dan mengakibatkan banyaknya timbunan sampah organik, atau bahkan dibakar di tempat sampah sehingga menghasilkan pencemaran udara. Hal ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga berdampak sangat buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia akibat adanya pencemaran udara.

Dapat kita lihat besarnya jumlah kelapa di Desa Wonodadi Wetan dan betapa pentingnya kelapa dalam kehidupan warga. Selain itu, banyaknya jumlah kelapa berarti terdapat jumlah sabut kelapa yang besar pula, terutama sabut kelapa yang memang dipisahkan dari kelapa ketika kelapa akan di jual ke pengepul. Sayangnya, karena masih menganggap sabut sebagai sampah dan tidak dapat untuk digunakan lagi, akhirnya banyak sabut yang berakhir dengan dibakar atau menumpuk menjadi gunungan.

Oleh karena itu, kami tim PKM M Universitas PGRI Madiun yakni Ardela Ayundasari, Ilham Jiensa Wijaya, Selvia Angger Sari, Nuri Ayu Safitri –dan dosen pendamping Ibu Elana Era Yusdita S.E., M.S.A. berusaha menggerakkan semangat dan memberikan bimbingan kepada masyarakat agar mengetahui dan memahami pemanfaatan sumber alam yang mereka miliki sehingga menghasilkan produk yang bernilai lebih tinggi. Pemanfaatan dan pengolahan sabut kelapa ini melalui program pelatihan “Coco Bed: pemanfaatan sabut kelapa untuk kesejahteraan warga Desa Wonodadi Wetan, Pacitan”. Program ini adalah sebuah pelatihan untuk memproses sabut kelapa menjadi bahan utama pembuatan Coco Bed, alas tidur yang nyaman digunakan. Sabut kelapa juga dapat menjawab kebutuhan orang yang memiliki alergi terhadap kapuk. program ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan menyokong perekonomian warga Desa Wonodadi Wetan untuk kedepannya. Tahapan pelaksanaan yang dilakukan Coco Bed dilakukan pada 4 tahapan utama, yaitu perencanaan kegiatan (Plan), Manajemen Organisasi (Organize), Pelaksanaan Kegiatan (Do), dan Pengawasan (Control).

Dengan adanya program ini maka, terbentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan masyarakat mandiri, berketerampilan dan berdaya yang menghasilkan produk olahan sabut kelapa sebagai bahan utama pembuatan Coco Bed  sebagai cirri khas Dusun Ngobal, Wonodadi Wetan, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga Dusun Ngobal, Wonodadi Wetan melalui UKM berbasis pengolahan sabut kelapa, mengurangi adanya sabut kelapa yang menjadi timbunan sampah organik atau dibakar di tempat sampah sehingga menimbulkan pencemaran, dan melatih masyarakat untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki menjadi lebih bernilai ekonomis. Produk ini mempunyai beberapa keunggulan antara lain bernilai ekonomis, dalam hal kesehatan, dan bermotif kekinian.

Terimakasih kami ucapkan kepada karang taruna dan warga Dusun Ngobal Wonodadi Wetan, tim PKMM, Dosen Pendamping, Universitas PGRI Madiun, dan Kemenristekdikti sehingga program ini bisa terlaksana dan bermanfaat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here