Pelebaran Ring Road Buduran Terganjal Tanda Tangan

99
BELUM KELAR: Pembebasan lahan untuk pelebaran ring road di Desa Buduran, Wonoasri, menunggu tuntasnya pemberkasan dari ahli waris.

MADIUN – Progres pembebasan lahan di Desa Buduran, Wonoasri, Kabupaten Madiun, untuk pelebaran ring road tersendat. Pemberkasan atas akuisisi lahan itu belum dirampungkan dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) setempat. Padahal, semua ahli waris tanah sudah setuju. ‘’Rekomendasi sudah tuntas termasuk dari ahli waris yang bekerja sebagai pelaut,’’ kata Kabid Pertanahan Disperkim Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo Selasa (16/7).

Toni mengungkapkan, rekomendasi yang sebelumnya terkendala komunikasi itu didapatkan pekan lalu. Persetujuan itu menggenapkan rekom lima ahli waris lain yang telah memberi lampu hijau. Mereka bersedia menyerahkan lahan seluas 793 meter persegi untuk memperlebar akses jalan dua arah ke Pasar Baru Caruban (PBC) tersebut. ‘’Tahapan saat ini menyelesaikan pemberkasan,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Pemberkasan itu mengumpulkan tanda tangan kesepakatan para ahli waris. Juga mengetahui camat dan kepala Desa Buduran. Disperkim juga telah mengantongi sertifikat tanah asli. Namun, proses tersebut masih terganjal satu ahli waris yang belum membubuhkan tanda tangan. Sebab, berdomisili di luar daerah. Sehingga, organisasi perangkat daerah (OPD) itu harus mengirimkan surat pelengkap pemberkasan lewat pos. ‘’Sepertinya bisa selesai pekan ini,’’ harapnya.

Toni optimistis tahapan pembebasan lahan yang langsung ditindaklanjuti proyek pelebaran ring road bisa tuntas tahun ini. Kendati saat ini memasuki triwulan ketiga. Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) selaku leading sector proyek sudah diberi kabar. OPD itu diminta segera menyiapkan dokumen lelang proyek. ‘’Ketika pemberkasan beres, kami akan langsung melakukan pencairan pembayaran. Bersamaan itu DPUPR bisa langsung melelang pekerjaan,’’ paparnya.

Anggaran Rp 1,2 miliar untuk menebus lahan sudah tersedia di kas daerah (kasda). Enam ahli waris menyepakati harga appraisal Rp 1,5 juta per meter. Nominal itu merupakan hasil penghitungan tahun ini. Lahan ratusan meter bakal perluasan itu hasil penghitungan Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Madiun. ‘’Kepastian pelebaran ring road memang tahun lalu. Proses yang memakan waktu menunggu hasil pengukuran,’’ tandas Toni. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here