Ngawi

Pelantikan Perangkat Desa Waruk Kalong Diwarnai Aksi Demo

Pemdes Jadi Sasaran Sarkasme

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pelantikan perangkat Desa Waruk Kalong, Kwadungan, terpilih diwarnai aksi unjuk rasa para peserta seleksi yang sebelumnya sempat menuding proses penjaringan tidak transparan. Mereka mendatangi kantor desa setempat saat pelantikan berlangsung Senin (3/8).

Sejumlah peserta tidak lupa membawa beberapa poster bernada sarkasme. Di antaranya, bertuliskan Selamat atas Pelantikan Perangkat Desa Baru, dari Hati Sedesa yang Kau Apusi. Ada pula yang berbunyi Jabatan Baru, Angsuran Baru. Juga Penguasa Tutup Mata, Uang Haram Tak Lagi Berdosa, dan beberapa kalimat sindiran lainnya.

Habib Sofyan Hermawan, koordinator aksi, mengungkapkan bahwa permasalahan seleksi calon perangkat desanya belum selesai. Sebab, janji panitia mempertemukan peserta dengan pihak ketiga hingga kini belum terealisasi. Peserta juga belum mendapat kejelasan terkait keberatan mereka. ”Panitia juga berjanji tidak akan ada pelantikan sebelum masalah ini selesai. Tapi, kenyataannya (perangkat desa terpilih) sudah dilantik,” ujarnya.

Selain tulisan, peserta mengusung poster bergambar karikatur berisi sindiran kepada pemerintah desa (pemdes) setempat. Mulai dugaan alur proses seleksi calon perangkat yang diperjualbelikan hingga kursi jabatan yang dibanderol.¬†Meski begitu, mereka mengaku tidak bisa berbuat banyak. ”Kami sudah pasrah. Biar takdir yang menjawab,” kata Habib.

Kepala Desa Waruk Kalong Djuwadi mengaku tidak mempermasalahkan jika ada peserta yang masih keberatan. Proses pelantikan digelar karena pihaknya telah menerima rekomendasi dari camat. ”Kalau tidak kami lantik, kami yang salah,” ucapnya.

Dia menjelaskan, beberapa hari lalu telah menerima berita acara hasil seleksi dari panitia. Sesuai aturan, dalam waktu tiga hari pihaknya harus meneruskannya ke camat untuk dimintakan rekomendasi. Kemudian, setelah rekomendasi dari kecamatan turun pihaknya diberi waktu tiga hari untuk melantik perangkat desa terpilih. ”Kalau tetap mau menuntut, silakan menggunakan jalur lain (menggugat ke PTUN, Red),” tegasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close