AdvertorialNgawi

Pelanggar Cukai Terancam Pidana Lima Tahun

Sosialisasi Giliran Digelar di Kecamatan Padas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sosialisasi aturan seputar cukai berlanjut. Setelah sebelumnya di Kecamatan Pitu, Rabu (7/10) acara digelar di kantor Kecamatan Padas. Kali ini, materi yang disampaikan lebih fokus pada sanksi bagi pelanggar.

Kabag Administrasi Perekonomian Setda Ngawi Aris Dewanto mengatakan, pemerintah bakal menindak tegas siapa pun yang melakukan pelanggaran cukai. ‘’Sesuai undang-undang, pelaku dapat dikenai pidana penjara maksimal lima tahun,’’ ujarnya.

Aris menyebut, pelaku peredaran rokok ilegal atau rokok polos menggunakan berbagai modus untuk menjalankan aksinya. Salah satunya mengumpulkan pita cukai bekas dari pedagang untuk ditukarkan dengan hadiah tertentu. ‘’Masyarakat khususnya pedagang jangan sampai tergoda. Justru jika menemukan modus seperti ini, laporkan,’’ pintanya.

Sementara, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPP Bea dan Cukai Madiun Srihananto Bawono mengingatkan warga agar mewaspadai rokok dengan pita cukai palsu. ”Setiap tahun kami selalu perbarui desain pita cukai resmi agar tak mudah ditiru,” katanya.

Di sisi lain, Srihananto menyebut selama tiga tahun terakhir di Ngawi tidak ditemukan peredaran rokok ilegal. Meski begitu, dia berharap pemkab terus bersinergi bersama Bea dan Cukai dalam memerangi rokok ilegal. ”Warga yang menemukan rokok maupun minuman mengandung alkohol yang tidak ada pita cukainya harap segera melapor ke kantor kami,’’ ujarnya. (rio/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close