Pelanggan Sambat Air Kotor, PDAM Tuding PLN

249

NGAWI – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ngawi sambat. Sebab, air yang mereka beli untuk kebutuhan sehari-hari keruh bercampur pasir. Bahkan, di sebagian wilayah kota ada yang bercampur lumpur. ‘’Mau mandi saja bingung karena airnya kotor,’’ kata Aris, salah seorang warga pelanggan PDAM, Kamis (6/9).

Warga Kelurahan Pelem, Ngawi, itu terpaksa harus mencari tumpangan air untuk mandi atau keperluan lainnya. Apalagi beberapa hari terakhir air PDAM di rumahnya juga sempat mampet. ‘’Persisnya sejak kapan tidak ingat, yang jelas akhir-akhir ini airnya keruh sekali,’’ ungkapnya.

Di wilayah lain, di Jalan Trunojoyo misalnya, sebagian air PDAM juga sangat keruh bercampur pasir. Banyak endapan pasir hitam dalam tampungan air. Pun terlihat semacam lumut berwarna putih yang keluar dari pipa PDAM tersebut. ‘’Kalau nggak salah sekitar dua hari ini airnya sangat kotor,’’ sebut Afifah, pelanggan lainnya.

Kabag Produksi PDAM Ngawi Imam Subaweh tak membantah beberapa hari terakhir kondisi air produksinya keruh dan kotor. Dia juga tak menampik sebagian pelanggan tak mendapat suplai air alias mampet. Menurut Imam, semua itu ada sangkut pautnya dengan listrik PLN. ‘’Semua itu karena PLN,’’ tudingnya.

Sebab, selama ini proses produksi air PDAM sangat bergantung pada perusahaan setrum milik negara itu. Dia mengungkapkan sudah hampir sebulan ini listrik PLN tidak stabil. ‘’Jadi, debit air di PDAM sekarang ini sedang turun. Di sisi lain, listriknya sering mati. Jadi kacau semua,’’ dalihnya.

Imam menambahkan, saat ini memang waktunya menguras tampungan. Biasanya dilakukan sebulan sekali. Namun, karena banyak gangguan listrik pihaknya belum bisa membersihkan. ‘’Rencananya malam ini kami kuras, tapi kalau listriknya tidak stabil (sering mati) kami belum berani,’’ ungkapnya.

Tidak hanya menyebabkan kotor, listrik yang tidak stabil itu juga dianggap biang keladi mampetnya air PDAM di beberapa pelanggan. Bagi PDAM, listrik merupakan sumber utama untuk mengoperasikan sumur-sumur PDAM. ‘’Kalau kondisinya (listrik) normal, air kita cukup. Apalagi kami baru membuka sumur baru di Teguhan (Kecamatan Paron),’’ jelasnya.

Imam menyarankan agar sementara pelanggan tidak mengonsumsi air yang kotor. Namun, buru-buru dia mengatakan bukan berarti air PDAM kurang baik. Menurut dia, sebulan sekali pihaknya mengirim sampel air PDAM ke laboratorium untuk dicek kondisinya. Pun selalu baik kadarnya. ‘’Tapi kalau kondisinya keruh seperti ini jangan dikonsumsi,’’ imbaunya.

Dia memastikan, setelah tampungan dikuras kondisi air PDAM akan kembali normal, bersih lagi. Saat ini pihaknya menanti kejelasan listrik PLN. Jika sudah normal, Imam memastikan secepatnya air PDAM akan kembali bersih dan layak konsumsi. ‘’Semuanya yang berkaitan dengan produksi memang tergantung PLN,’’ ujarnya. (tif/c1/sat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here