Mejayan

Pelan-Pelan Tata PKL Taman Kota Caruban Asti

MEJAYAN – Penolakan sebagian pedagang kaki lima (PKL) di Taman Kota Caruban Asti atas aturan yang sama dengan PKL di Alun-Alun Reksogati bakal sia-sia. Sebab, Pemkab Madiun tetap akan memberlakukan ketentuan bongkar pasang lapak dan waktu berjualan. ‘’Sesuai aturan, area fasilitas pemerintahan harus bersih mulai pagi sampai pukul 15.00,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun Agus Suyudi.

Agus menyebut para PKL di taman kota keasyikan dengan masa lalu. Mereka  adalah PKL di Pasar Caruban sebelum terbakar beberapa tahun lalu. Setelah lokasi bekas pasar itu jadi taman kota, mereka tetap bisa berjualan di tempat itu. Meski harus menggunakan trotoar. Dulu mereka leluasa memindahkan gerobak dan tenda. ‘’Kebetulan dulu kantor Kelurahan Pandean lahan kosong,’’ ujarnya.

Lahan kosong itu dijadikan para pedagang yang mayoritas perempuan menyimpan gerobak atau lapaknya. Namun, sejak dibangun kantor Kelurahan Pandean, mereka kehilangan tempat. Akibatnya, para PKL meninggalkan gerobak dan tenda di lokasi jualannya. ‘’Sedikit ribet kalau harus bongkar pasang,’’ ungkap Agus.

Untuk itu, pihaknya bakal memfasilitasi para PKL degan tenda ringan. Tujuannya, memudahkan bongkar pasang. Pun agar mereka tak menggunakan trotoar di taman kota. Menurut dia, opsi itu layak dipilih. Pihaknya juga masih akan mencarikan tempat untuk penyimpanan gerobak dan lapak para PKL. ‘’Dengan begitu, mereka yang rumahnya jauh pun tidak akan keberatan,’’ tuturnya.

Sementara ini, pihaknya belum bisa menyelaraskan antara peraturan yang diberlakukan di alun-alun dan taman kota. Penataan PKL di alun-alun baru sekitar dua pekan berjalan. Sementara PKL di taman kota baru bisa diberlakukan kebersihan gerobak. Namun, itu belum maksimal karena sebagian PKL belum sangggup membawa pulang gerobak atau menitipkan di tempat tertentu. ‘’Kami tata pelan-pelan,’’ janjinya.

Menurut Agus, nantinya tak hanya tenda PKL di taman kota yang akan dimodifikasi. Tapi juga tenda PKL di alun-alun agar lebih mudah dibongkar pasang. Dia tak ingin menyia-nyiakan kemauan para PKL yang sudah mau diajak tertib. Jika mereka tak difasilitasi dengan baik, mereka akan lebih sulit ditata. ‘’Kami tunggu evaluasinya sebentar lagi,’’ pungkasnya. (mg4/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close