Pelaku UMKM Darurat Promosi

191

MAGETAN – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Magetan sedang dilanda kegelisahan. Produk-produknya belum bisa menjangkau secara luas. Memang ada beberapa yang laku di pasaran nasional, tapi jumlahnya kecil. Promosi via online maupun media cetak dari pemkab pun minim. ’’Belum sampai luar kota, masih di eks Karesidenan Madiun saja,’’ kata Sumirah, pengusaha olahan keripik bayam asal Kecamatan Sukomoro, Magetan.

Dia mengatakan selama ini hanya mentok promosi di Instagram. Belum bisa merambah ke ranah yang memiliki daya jangkau lebih luas. Pun, jika melalui akun Instagram, dia harus memiliki follower yang banyak agar promosi bisa menjangkau banyak orang. ’’Kalau di awal-awal memang harus berjuang kerang mencari follower,’’ ungkapnya.

Sumirah mengaku belum bisa promosi dengan membuat website sendiri. Sebab, harus banyak belajar. Jika beruntung, ada banyak orang yang sebenarnya bisa mendesain website agar menarik. ’’Tapi membayar web designer itu tidak murah,’’ katanya.

Sebenarnya hal itu amat penting. Mengingat kredibilitas usaha patut diperhitungkan jika memiliki web sendiri ketimbang blog. Sumirah menyebut web sangat diperlukan bagi pelaku usaha UMKM karena produk-produknya masih limited edition. ’’Terkadang tidak semua daerah ada. Sebaiknya memang ada web sebagai link yang nyambung dari media sosial untuk pengenalan lebih lanjut dan promosi,’’ terangnya.

Meski begitu, Sumirah mengakui bahwa di tiap event yang diselenggarakan SKPD pasti ada satu dua yang ikut dipamerkan. Itu tentunya bisa dipakai ajang promosi. Hal senada juga dialami para perajin anyaman bambu yang kerap mendapat pesanan untuk pameran. Itu juga lumayan untuk membantu promosi. ‘’Selama ini sudah punya blog sendiri, akun medsos (media sosial, Red). Tapi belum ada webnya,” ungkap Sumirah.

Terkait darurat promosi yang dialami pelaku UMKM, pemkab sudah mengajak beberapa pelaku UMKM untuk melakukan promosi secara online. Namun, belum bisa maksimal. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Magetan Venly Tomi Nicolas mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah bekerja sama dengan pihak PT Pos Indonesia untuk menyediakan pola promosi yang ditawarkan secara online. ’’Para pengusaha UMKM sudah pernah kami undang. Sekaligus foto-foto produknya, dipromosikan di katalog online,’’ terangnya.

Untuk pelatihan yang memang dilakukan oleh pihaknya, Venly  mengaku beluma ada. Dia berdalih ada keterbatasan dana jika memang dilakukan sendiri tanpa menggandeng pihak lain. Termasuk promosi di media cetak belum bisa dilakukan. ’’Saat itu kami juga gandeng PT INKA untuk masalah permodalannya,’’ ungkapnya. (mg4/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here