Madiun

Pelaku Perampokan Toko Emas Diduga Jaringan Isbaqiah, Tim Densus Amankan Senjata

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Yunus Trianto, 41, warga Desa Kincang Wetan, Jiwan, Madiun, pelaku perampokan Toko Mas Dewi Sri Magetan, diamankan Densus 88. Kabarnya, pelaku yang telah lama menjadi incaran tim antiteror itu bakal diperiksa di Jakarta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Yunus diduga terkait erat dengan jamaah Isbaqiah yang masih berafiliasi dengan ISIS.

Selain itu, hasil perampokan di toko emas rencananya bakal digunakan menjalankan misi terselubung di Suriah. Beruntung, sejumlah warga Magetan berhasil melumpuhkan pelaku saat hendak kabur usai melakukan aksi. Usai ditangkap, Tim Densus 88 turun gunung memeriksa tiga tempat yang terkait dengan pelaku.

Pemeriksaan di tiga lokasi berlangsung hingga empat jam lebih. Mulai pukul 16.10 hingga 20.30, Sabtu (24/8). Lokasi pertama yakni kios milik Yunus di Pasar Sumur Tiban, Desa Kincang Wetan, Jiwan, Madiun. ‘’Jadi, ini rumah kakek neneknya yang belum diwariskan. Ada rumah yang tidak berpenghuni, kemudian sampingnya dibangun bedak kios, disewakan kepada enam pedagang,’’ kata Kepala Desa Kincang Wetan Pardi.

Pardi turut menyaksikan beberapa barang bukti yang diamankan dari kios tersebut. Kendati demikian, dia tidak mengetahui secara pasti detail isi barang bukti yang dibungkus menggunakan banner tersebut. ‘’Kami menyaksikan, di dalam rumah itu polisi mengamankan barang bukti,’’ lanjutnya.

Dari lokasi Yunus bersama istrinya mengais rezeki dengan berjualan plastik di pasar tersebut, Tim Densus 88 bergeser ke lokasi kedua pukul 18.10. Yakni, rumah tempat tinggal Yunus bersama keluarganya di Desa Sukolilo, Jiwan, Madiun. Polisi membentangkan police line radius 100 meter dari rumah tersebut.

Kembali Tim Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti. Ketua RT 08, RW 03, Desa Sukolilo, Jiwan, Madiun, Sumantri, mengungkapkan bahwa polisi mengamankan beberapa senjata. Berupa panah, tombak, senjata laras panjang, kabel rakitan, serta puluhan keping CD. ‘’Itu tadi kami ikut menyaksikan barang tersebut sebagai barang bukti,’’ kata Sumantri.

Pemeriksaan bergeser ke lokasi ketiga selang dua jam kemudian. Lokasi ketiga ini merupakan rumah orang tua Yunus. Lokasinya berada di belakang Masjid Jami’, Desa Kincang Wetan, Jiwan, Madiun. Yunus biasanya sering ke rumah berlantai keramik putih dan dinding keramik hijau itu untuk mengantarkan sekolah anak bungsunya.

Edi Suwito, 55, tetangganya, mengatakan bahwa biasanya Yunus menitipkan anak bungsunya ke orang tuanya. Yunus hanya ke rumah itu untuk mengantar sekolah anaknya dan mengantarkan kembali usai sekolah. Selebihnya Yunus jarang terlihat di rumah itu. ‘’Tidak pernah bergaul juga di sini, jarang terlihat,’’ ujar Edi.

Pada pemeriksaan di lokasi ketiga ini, Tim Densus 88 tidak menemukan barang bukti. Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu enggan berkomentar banyak terkait pemeriksaan itu. Pihaknya membantu backup pengamanan selama pemeriksaan dilakukan. ‘’Ini pemeriksaan terkait kejadian perampokan di Magetan. Kami bantu backup pengamanan,’’ kata Nasrun.

Meski enggan membeberkan barang bukti apa saja yang diamankan, Nasrun menyebut pihak Polres Magetan yang dapat menjelaskan terkait barang bukti tersebut. Dia menjelaskan bahwa seluruh pengamanan saat pemeriksaan merupakan tanggung jawabnya. ‘’Kami hanya lakukan upaya pengamanan. Terkait keterangan lebih lanjut, kami tidak dapat memberikan keterangan,’’ ucapnya. (kid/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close