Madiun

Pelaku Pelemparan Sabu Sulit Terungkap

Minim Saksi, Tak Ada CCTV

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Terang tapi belum benderang. Untuk menelusuri kiriman paket haram di Lapas Klas I Madiun, polisi kesulitan menghimpun saksi. Tiadanya closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi penemuan sabu menjadi kendala berikutnya.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Eko Sugeng Rendra mengungkapkan, bukti yang cukup menguatkan penyelidikan sejauh ini sebatas sidik jari laten. Namun, polisi cukup kesulitan menggambarkan kronologi pelemparan paket sabu yang nyangkut di kawat berduri tersebut. ‘’Alat bukti kita kurang. Saksi minim dan CCTV tidak ada. Itu kendala kita,’’ kata Eko kepada wartawan Kamis (20/8).

Setidaknya dibutuhkan dua saksi kunci. Pertama, yang menyaksikan proses pelemparan sabu ke pagar setinggi 10 meter di sisi utara dinding penjara itu. Kedua, saksi dari dalam lapas yang melihat adanya napi terindikasi hendak mengambil paket kiriman tersebut. ‘’Petugas jaga tidak mengetahui,’’ ujarnya.

Dari identifikasi sidik jari setidaknya dapat dipastikan pelaku bukan berasal dari napi penghuni lapas. ‘’Beberapa hari ke depan kami koordinasi kembali, sebenarnya paket itu dikirimkan ke siapa,’’ lanjutnya.

Eko memperkirakan pelaku kabur ke luar daerah. Hanya belum dapat dipastikan itu dilakukan pemain lama atau baru. Jika melihat modus pengiriman paket dengan melemparkannya melewati pagar, polisi menduga pelaku telah memahami lokasi. Pun diperkirakan dapat berkomunikasi dengan pemesan di balik dinding lapas. ‘’Bisa jadi seperti itu. Tapi kami belum dapat memastikan sebelum ada bukti yang menguatkan,’’ ungkapnya.

Kalapas Klas I Madiun Supriyanto membenarkan bahwa di lokasi temuan paket haram itu tidak ada CCTV. Pun, kamera pengintai di titik lain juga trouble. Namun, kerusakan sudah terjadi sejak dia menjabat sebagai pucuk pimpinan tertinggi Lapas Klas I Madiun sekitar tiga bulan lalu. ‘’CCTV di titik itu tidak ada,’’ kata Supriyanto saat dihubungi terpisah.

Dia memastikan penggeledahan terhadap napi terus dilakukan. Pihaknya siap menggelar razia gabungan bersama kepolisian. Dalam rangka memecahkan misteri kiriman paket sabu tersebut. ‘’Barang dikirim ke siapa, kami belum ada indikasi. Razia terus kami lakukan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close