Pelaku Bisnis Pariwisat Keluhkan Singkatnya Masa Cuti Lebaran

27

NGAWI – Kebijakan pemerintah memberikan jatah cuti Lebaran hanya tiga hari kerja ditanggapi skeptis sejumlah pelaku binis pariwisata. Mereka pesimistis pengunjung meningkat signifikan lantaran pendeknya masa liburan. ‘’Seharusnya setelah Lebaran ada waktu yang cukup untuk liburan,’’ kata Hariyanto, owner CV Hargo Dumilah, Selasa (28/5).

Padahal, Hariyanto berharap momen Lebaran setidaknya mampu menutup penurunan jumlah wisatawan selama Ramadan. ‘’Terus terang, selama puasa ini kami sudah seperti mati suri. Bayangkan, penurunan pengunjung mencapai 95 persen,’’ ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi Yulianto Kusprasetyo memiliki pendapat berbeda. Menurut dia, meski cuti Lebaran tahun ini tidak sebanyak sebelumnya, objek wisata tetap ramai pengunjung. ‘’Sebenarnya kan ada lima hari libur setelah Lebaran. Jadi, tetap banyak yang ingin berlibur,’’ tuturnya.

Yulianto mengakui, jumlah cuti Lebaran tahun ini lebih sedikit dibandingkan 2018 lalu. Berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, cuti bersama Lebaran jatuh pada 3, 4, dan 7 Juni. ‘’Itu kan sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat, yang di daerah tinggal melaksanakan saja,’’ kilahnya.

Menurut asumsinya, singkatnya cuti Lebaran tahun ini tidak terlepas dari semakin representatifnya infrastruktur transportasi seperti jalan tol dan melimpahnya angkutan Lebaran. ‘’Alasan pastinya kami kurang tahu, tapi kami yakin pasti semuanya sudah melalui pertimbangan matang,’’ pungkasnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here