Pelaku Aksi Pembunuhan Driver Ojol Lebih dari Satu Orang?

944
TURUN GUNUNG: Sejumlah petugas Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya membongkar karung berisi pakaian di TKP tewasnya Darwi Susanto Selasa siang (13/8).

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus dugaan pembunuhan Darwi Susanto, 36, yang ditemukan tewas Minggu petang (11/8) masih misterius. Pembunuh pengontrak rumah toko (ruko) di Jalan Panglima Sudirman, Pandean, Mejayan, Kabupaten Madiun, itu belum terungkap. Belum terkumpulnya kepingan puzzle perkara memunculkan spekulasi pelaku lebih dari satu orang. ‘’Meski belum dipastikan karena perlu penyelidikan menyeluruh,’’ kata Kasubid Kimia Biologi Forensik (Kimbiofor) Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya AKBP Arif Andi Selsa (13/8).

Menurut Arif, istri korban, Mira Hepi, 31, adalah saksi mahkota dalam kasus ini. Sebab, perempuan yang diamankan polisi di Surabaya, Senin malam (12/8) itu tinggal satu atap. Korban berpeluang selamat bila perempuan itu diasumsikan pelakunya. Yakni, melakukan perlawanan mengingat pria memiliki fisik lebih kuat. Sehingga, bisa jadi ada orang lain yang membantu aksinya. ‘’Ini kalau bicara normatif. Tapi, kami perlu menyimpulkan dari berbagai aspek,’’ paparnya ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Sekitar pukul 12.00 kemarin, tim labfor mendatangi kontrakan korban yang kesehariannya driver ojek online (ojol) itu. Selama satu jam petugas mengobok-obok TKP. Tiga petugas masuk ruang tempat Antok, sapaan korban, ditemukan tewas dengan didampingi petugas Inafis Polres Madiun. Dari celah pintu, mereka terlihat membongkar sejumlah karung berisi pakaian. Lokasinya tertutup sekat pembatas ruang dagangan pakaian anak.

Arif berkomunikasi dengan salah seorang petugas inafis, Kapolsek Mejayan Kompol Pujiono, dan Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro di teras ruko. Pun dengan tetangga kanan-kiri korban. Salah satunya pemilik toko alat listrik Budi Rahayu selama hampir 15 menit. ‘’Kami olah TKP lagi mencari petunjuk baru untuk membantu mengungkap pelakunya,’’ terang Arif.

Dia menyebut hasil otopsi penyebab kematian korban adalah luka parah pada kepala akibat benda tumpul. Namun, setelah mengobok-obok TKP, benda yang dicurigai untuk membunuh itu tidak ditemukan. Kuat dugaan alat tersebut sudah dihilangkan pelaku. Di luar itu, pihaknya mengidentifikasi barang dari istri korban ketika diamankan. Seperti pakaian dan peralatan lainnya. ‘’Selebihnya kami akan melihat perkembangan hasil pemeriksaan istri dari reskrim,’’ ujarnya seraya menyebut olah TKP ulangan kemarin hanya mengambil serapan darah yang mengering.

Sementara itu, Logos menyatakan upaya menemukan pelaku pembunuhan terus dilakukan. Pihaknya tidak ingin berandai-andai dengan terus mendalami berbagai aspek. Mulai keterangan saksi hingga barang bukti (BB) olah TKP. ‘’Penyelidikan terus berjalan,’’ katanya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here