Ngawi

Pekerja Seni Sebut Masih Kesulitan Dapat Job Manggung

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Terbitnya Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2020 awalnya dinilai bakal memberikan angin segar bagi kalangan pekerja seni. Setidaknya, lewat perbup itu pemkab memperbolehkan warga menggelar hajatan. Dengan catatan, menerapkan protokol kesehatan demi pencegahan Covid-19.

Namun, mereka menyebut hingga kini masih sulit mendapatkan job manggung. ‘’Perizinannya masih sulit sehingga banyak warga yang mengurungkan niatnya menggelar hajatan,’’ kata Agung Mega Rudianto, salah seorang seniman, Senin (20/7).

Diakuinya, syarat-syarat menggelar hajatan sesuai aturan dalam perbup tersebut sudah bagus. Mulai pembatasan jumlah tamu undangan, meniadakan kontak langsung, hingga penerapan protokol kesehatan. ‘’Sebenarnya aturannya sudah baik, tapi implementasi di lapangan masih dipersulit,’’ ungkapnya.

Dia menyebut, sudah sekitar lima bulan keran penghasilan para pekerja seni macet total. Nasib serupa menimpa pengusaha persewaan perlengkapan hajatan dan video shooting. ‘’Kami tidak mengharapkan bantuan (materi), cuma berharap bisa segera bekerja lagi,’’ ujarnya.

Menyikapi nihilnya job offline, Agung mengaku bakal menggelar konser virtual bersama sejumlah seniman lain. ‘’Sebaiknya pengurusan izin tidak dipersulit. Pengawasannya saja yang harus benar-benar ketat,’’ katanya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close