Pacitan

Pekan Depan Waduk Tukul Digenangi

Dilakukan hingga Tiga Tahap, Tuntas Awal 2021

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Progres pembangunan Waduk Tukul memasuki tahap akhir. Kamis (10/9) pihak BBWS Bengawan Solo melaporkan proses penutupan pintu terowongan pengelak aliran air mulai dilakukan untuk pengisian awal (impounding).

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Bengawan Solo Isgiyanto mengatakan, pengisian awal waduk berkapasitas 8,68 juta meter kubik air itu rencana dilakukan mulai Selasa (15/9). ‘’Hari ini (kemarin, Red) kami lakukan koordinasi dan sosialisasi bagaimana proses ke depannya,’’ katanya kemarin.

Pihaknya memprediksi pengisian waduk tuntas awal tahun depan. Karena penggenangan dilakukan selama tiga tahap. Tahap pertama mulai 15 September sampai 23 Oktober. Tahap kedua hingga 15 November. Saat itu, ditargetkan elevasi genangan air sudah mencapai 175,9 meter atau setara 3,5 juta meter kubik. ‘’Kami lakukan dalam 56 hari sampai tahap kedua. Setelah itu kami evaluasi,’’ ujarnya.

Bila dari hasil surveilans dapat diketahui kondisi bendungan aman, Isgiyanto mengatakan pengisian waduk tahap ketiga dapat dilakukan kembali. Maksimal hingga batas ketinggian bendungan 192 meter atau setara 4,9 juta meter kubik air. ‘’Kalau ditambah dengan tampungan mati di area bendungan, total tampungan Waduk Tukul mampu menahan air hampir 9 juta meter kubik,’’ terangnya.

Rencana pengisian awal waduk memang sengaja dilakukan pada musim kemarau. Pintu outlet irigasi yang berada pada elevasi +175,9 dibuka penuh. Pengisian waduk dilaksanakan bertahap sesuai aliran Sungai Telu. Supaya tubuh bendungan yang semula kering mampu menyesuaikan dengan keterisian air. ‘’Kalau dilakukan saat musim hujan justru berbahaya. Karena itu, kami akan pantau muka air waduk (MAW) ketika pengisian,’’ paparnya.

Bupati Indartato menyebut bahwa Waduk Tukul sangat ditunggu rakyat, khususnya warga Arjosari. Karena keberadaannya dapat menopang ketersediaan air baku dan irigasi di wilayah tersebut. Selain itu, waduk berfungsi sebagai penahan banjir, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, dan destinasi wisata. ‘’Dengan adanya bendungan ini, diharapkan produktivitas (ekonomi) masyarakat meningkat,’’ ujarnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close