Pegiat Seni Ngawi Protes Pemkab

14

NGAWI – Seni tari tak akan mati di Ngawi. Setidaknya, cukup banyak bocah setempat yang gandrung dengan seni olahtubuh satu ini. Minggu sore (19/5), misalnya, sekitar 30 penari cilik unjuk kebolehan di Jalan Teuku Umar kawasan Alun-Alun Merdeka.

Mereka tampil berkolaborasi dengan paguyuban seniman musik setempat. ‘’Sambil latihan, kami ingin menunjukkan eksistensi seni tari di Ngawi kepada masyarakat,’’ kata Imam Joko Sulistyo, salah seorang seniman tari senior.

Diiringi musik tradisional, para penari cilik itu berlenggak-lenggok di beberan kain hitam. Peranti tari seperti bakul yang sudah dihias tak ketinggalan dimainkan. Khalayak pun berkerumun menyaksikan keluwesan mereka memeragakan tari kreasi. ‘’Ini juga sebagai bentuk protes kami –seniman tari-  agar lebih mendapat perhatian pemerintah daerah,’’ ungkap Imam.

Imam mengatakan, antusiasme masyarakat Ngawi menekuni seni tari sejatinya terbilang tinggi. Upaya regenerasi yang dilakukan di sanggar-sanggar tari berbuah hasil. Tak sedikit anak rutin pergi latihan. ‘’Di Ngawi itu banyak pegiat tari berpengalaman. Termasuk, lulusan-lulusan baru perguruan tinggi seni tari. Tapi, kami merasa kurang dilibatkan saat ada acara-acara yang membawa nama kabupaten,’’ paparnya.

Imam ambil contoh saat digelarnya ajang tari yang membawa bendara kabupaten ke berbagai daerah. Cuma sebagian kecil jatah personel yang merupakan penari asli Ngawi. Kebanyakan, lanjut dia, ambil penari dari luar daerah. ‘’Karena bersamaan dengan bulan puasa, unjuk eksistensi ini sekalian sambil bagi-bagi takjil. Semoga berdampak baik bagi kami,’’ ujarnya.

Ketua Paguyuban Seniman Musik Ngawi Wiwit Riyadi yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, belum ada sama sekali perhatian pemkab bagi pegiat seni musik di Bumi Orek-Orek. Kondisi itu berbanding terbalik dengan melimpahnya bibit-bibit baru pelaku seni musik. Baik modern maupun tradisional. Pun, dia berharap, setidaknya pemerintah daerah setempat sudi melirik eksistensi pelaku seni di Ngawi. ‘’Regenerasi musik bagus, eman-eman kalau tidak dimaksimalkan,’’ ungkap Wiwit. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here