Ponorogo

Pedagang Tanaman Hias Raup Untung di Masa Pandemi

Girang Tertolong Janda Bolong

Tidak semua pelaku usaha babak belur selama masa pandemi Covid-19. Pedagang tanaman hias, contohnya. Mereka justru girang meraup banyak untung. Salah satunya dari tanaman janda bolong.

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

BELUM lama Muhammad Besari Dwiki Tegar Wicaksana beranjak dari halaman kiosnya. Pemuda 20 tahun itu kembali menengok tempat pajangan aneka jenis tanaman hiasnya. Belakangan, sebagian tanamannya itu naik harga. ‘’Dulu murah, tidak tahu kenapa mulai pandemi ini mahal lagi,’’ herannya Minggu (4/10).

Sejak kecil Dwiki hobi merawat tanaman hias. Pun membantu mengelola kios tanaman hias orang tuanya di Jalan Soekarno-Hatta. Selama ini harga tanaman hias di Ponorogo relatif stabil. ‘’Rata-rata puluhan atau ratusan ribu rupiah,’’ kata mahasiswa Universitas Negeri Malang itu.

Belakangan, beberapa tanaman melonjak harganya. Salah satunya monstera atau lebih familier dengan janda bolong. Dulu, harganya hanya puluhan ribu rupiah. Kini ratusan ribu rupiah. ‘’Sekarang hitungannya per daun. Semakin banyak daun dan ukurannya besar, semakin mahal,’’ jelasnya.

Janda bolong digemari karena cocok sebagai tanaman hias di luar maupun di dalam ruangan. Tanaman ini sangat estetik mendukung desain ruangan. Tapi, cukup sulit merawatnya. ‘’Habitat aslinya dataran tinggi yang hawanya agak dingin. Di Ponorogo susah,’’ ungkapnya.

Bila disiram setiap hari daunnya menguning dan cepat busuk. Cukup dua atau tiga hari sekali. Pupuknya juga khusus. Dwiki pernah untung dari janda bolong. Sempat ludes lantaran dijual murah. Bahkan, pembelinya dari luar Ponorogo. Sejak itu, Dwiki mulai menyesuaikan harganya. ‘’Waktu itu saya jual Rp 20 ribuan, langsung habis,’’ girangnya.*** (sat/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close