Pacitan

Pedagang Pasar Tulakan Tidak Berhenti Berjuang Rebut Kembali Lahan Sengketa

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pedagang Pasar Tulakan terus berjuang untuk merebut kembali lahan jualan mereka. Puluhan pedagang kembali nggeruduk Bupati Pacitan Indartato Selasa (10/9). Tujuannya, menanyakan tuntutan pembatalan sertifikat lahan sengketa atas nama J Tasman empat pekan lalu. ‘’Kami menanyakan progres pertemuan sebelumnya dengan bupati,’’ kata Islami, perwakilan pedagang.

Sayang, mereka gagal menemui Pak In, sapaan Bupati Indartato. Sebab, sedang mengikuti kegiatan di Kecamatan Sudimoro. Sekitar 30 pedagang ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Suko Wiyono. Menurut dia, tuntutan pembatalan sertifikat sudah disampaikan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) secara lisan. Sedangkan resminya Kamis besok (12/9).

Mereka juga berencana mendatangi BPN agar segera menyelesaikan masalah tersebut. Pasalnya, objek sengketa disebut memiliki dua alat bukti kepemilikan. Sertifikat hak milik (SHM) Nomor 5 Tahun 1967 dan surat Panitia Pelaksanaan Penguasaan Milik Belanda (P3MB) Nomor 201/593/09/10/1966 yang berkekuatan hukum. ‘’Tidak ada satu objek punya dua alat bukti (kepemilikan). Harusnya satu benar dan satu salah,’’ terangnya.

Sementara itu, SHM Nomor 5 Tahun 1967 dimungkinkan terdapat kesalahan prosedur penerbitannya. Pasalnya, tidak sesuai lahan dan batasnya. Jika sertifikat atas nama J Tasman tersebut benar, selama sekitar 50 tahun tidak dikuasakan oleh pemiliknya dianggap aneh. ‘’BPN harus jamin kebenarannya. Tidak boleh ragu-ragu,’’ ujarnya.

Sementara jika P3MB Nomor 201/593/09/10/1966 benar, maka upaya hukum lanjutan berupa peninjauan kembali (PK) bakal lebih mudah. Pun tidak berujung pada gugatan kembali. Bahkan, dia memprediksi pihaknya bisa menang. ‘’Harapannya BPN profesional,’’ tuturnya.

Sementara itu, pedagang tidak hanya rapat dengan sekda. Mereka juga membentang banner meminta bupati Pacitan tidak takut merebut lahan Pasar Tulakan. Banner tersebut dipasang di alun-alun tepat menghadap Pendopo Pacitan. ‘’Pemasangan sesuai kesepakatan dengan satpol PP,’’ ungkapnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close