Pedagang Pasar Eks Stasiun Ponorogo Ngotot Bertahan

391

PONOROGO – Cuaca panas kepanasan, hujan pun kehujanan. Tak jarang, lokasi berjualan berubah menjadi sawah dadakan. Apalagi ada lapak yang berada di atas tanah uruk. Fakta itulah yang memberatkan hati pedagang pasar eks stasiun. Hingga memilih bertahan dan menghadang barisan petugas gabungan.

Surati, misalnya. Sejak pagi, dia bersama pedagang lain sama-sama menyatakan penolakan. Di pasar itulah, puluhan tahun sudah dia menghidupi keluarganya. ‘’Pokoknya bertahan, mau digusur tidak boleh. Gak rela,’’ kata Surati.

Inah, pedagang lain, juga tak sepaham dengan boyongan yang telah digelorakan. Tak mudah baginya bergegas begitu saja dari tempat berjualan yang ditempatinya sedari dulu. ‘’Dari sini, saya menghidupi keluarga. Bahkan, sejak orang tua dulu,’’ ujarnya.

Inah pun semakin ogah dipindah begitu tahu lapak baru yang disediakan berada paling belakang. Berupa lahan terbuka beratapkan langit. Hanya di sana tempat yang tersisa di pasar relokasi. ‘’Mau cari uang ke mana lagi untuk menghidupi keluarga. Anak masih butuh biaya sekolah dan makan,’’ tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo Addin Andhanawarih membeberkan los 4 itu hanya berkapasitas 254 pedagang. Sementara jumlah pedagang eks pasar stasiun tembus 404 orang. ‘’Tetap masih ada tempat untuk mereka yang ingin berpindah,’’ katanya.

Addin memastikan seluruh pedagang yang belum pindah mendapatkan lapak. Hanya, tempatnya memang berada di bagian belakang. Lahan terbuka itu pun telah dipetak-petak sesuai sisa pedagang yang belum pindah. ‘’Nantinya kami tambah urukan baru di bagian belakang,’’ lanjutnya.

Yang masih bertahan sebanyak 67 pedagang. Pasca penertiban, 30 pedagang di antaranya langsung mendaftar untuk menempati lapak yang disediakan. Sisa 37 pedagang belum diketahui pasti apakah ikut dipindah atau tetap diperbolehkan bertahan. ‘’Kalau memang pindah, kami sudah siapkan tempatnya,’’ ujarnya.

Dia pun mengiyakan pedagang yang pindah belakangan harus membangun atap. Sebab, lapak yang tersisa berada di ruang terbuka. Karenanya, mereka harus cukup bersabar hingga pembangunan Pasar Legi Songgolangit selesai. ‘’Mereka yang menempati lokasi itu (pasar relokasi, Red) tentu mendapat tempat di pasar yang baru,’’ janjinya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here