Pedagang Pasar Eks Stasiun Menolak Direlokasi

116

PONOROGO – Syarat yang dilontarkan pedagang Pasar Songgolangit sebelum direlokasi sepertinya sulit dikabulkan. Keinginan mereka agar relokasi diberlakukan menyeluruh mendapat tanggapan dingin dari pedagang pasar eks stasiun dan eks pengadilan.

Sebagian pedagang eks stasiun tidak menghendaki direlokasi bersama pedagang Pasar Songgolangit. Keberatan pindah sementara di RSUD lama itu salah satunya diutarakan Sri Peni, pedagang yang telah membuka lapak sejak 1995 silam. ‘’Urusannya sendiri-sendiri,’’ katanya.

Meski sejauh ini belum menerima pemberitahuan resmi dari dinas terkait, dia tetap bersikukuh menyatakan keberatannya. Sebab, keberadaannya di pasar eks stasiun itu terikat kontrak langsung dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang memiliki hak penuh atas tanah di pasar tersebut. Bukan Pemkab Ponorogo. ‘’Masih dua tahun lagi masa kontraknya. Biasanya kalau habis langsung kami perpanjang,’’ ujarnya.

Karena itu, kebijakan relokasi seyogianya tidak digebyah uyah. Jika kepentingannya untuk pembangunan Pasar Songgolangit, relokasinya pun cukup diberlakukan bagi pedagang terkait. ‘’Kalau yang direnovasi pasar ini, kami mau pindah. Tapi ini kan yang direnovasi Pasar Legi. Jadi ya sendiri-sendiri seharusnya,’’ tuturnya.

Rencananya, Pasar Songgolangit direnovasi November nanti. Sejauh ini prosesnya baru menapaki tahap perencanaan. Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo telah mengomunikasikannya dengan pedagang Pasar Songgolangit, Selasa (31/7). Salah satu usulan yang mengemuka kala itu permintaan relokasi diberlakukan menyeluruh kepada pedagang di Pasar Songgolangit, Pasar Stasiun, dan Pasar Eks Pengadilan. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here