Pedagang Pasar eks Stasiun Bersikukuh Menolak Direlokasi

199

PONOROGO – Tangis pedagang pecah di pasar eks stasiun kemarin (15/1). Mereka bersikukuh menolak direlokasi ke pasar sementara. Tak mudah berkemas setelah puluhan tahun berniaga di lahan milik PT KAI tersebut.

Petugas gabungan dari satpol PP, dishub, polisi, dan TNI bersiaga di Jalan Soekarno Hatta sejak pukul 06.00. Sisi barat jalan pun disterilkan. Sejak pukul 07.00, sejumlah pedagang berkumpul di Jalan Biak. Juga, memasang tali rafia untuk memblokade jalan. Tampak di antara kerumunan pedagang, Maskur yang notabene pentolan Koperasi Pandhu Artha Nugraha Jaya –eks penyewa aset PT KAI.

Puluhan pedagang yang berkumpul itu bersalawat dan sesekali berorasi. Beberapa dari mereka membawa tulisan memprotes kebijakan penertiban. ‘’Kami mandiri, tanpa cawe-cawe pemerintah. Ini bukan lahan pemerintah. Pedagang menolak relokasi, tempat (di pasar sementara) tidak memenuhi syarat,’’ teriak Dwi Susilowati.

Pedagang kelapa itu menyatakan, sikap pedagang di eks stasiun jelas. Tetap menolak relokasi ke pasar sementara. Sekalipun ribuan pedagang pasar legi dan eks pengadilan telah boyongan. Dia pun menegaskan, perjuangan pedagang sudah mati-matian hingga eks stasiun kini menjadi salah satu titik utama perputaran ekonomi di Ponorogo. Dwi pun menyatakan, PT KAI sudah mengizinkan asetnya dikelola sebagai pasar. ‘’Pasar ini bukan urusan bupati. Ini pasare masyarakat. Kami bersikukuh di sini,’’ tegas Dwi.

Cindy, pedagang daging ayam di eks stasiun, juga berada di barisan terdepan. Dia juga menolak boyongan ke pasar sementara. Cindy menilai, berdagang di pasar sementara tak lebih menguntungkan dari berdagang di eks stasiun. Ditambah, tempatnya yang dianggap kurang memadai. ‘’Tempatnya sudah penuh, di sana katanya juga tidak laku (berjualan, Red),’’ katanya.

Namun, Cindy menyebut bukan tak mungkin pedagang melunak. Hanya, yang menjadi syarat dari pedagang adalah tempat yang memadai. Dengan begitu, dagangan Cindy dan pedagang lain pun bisa sama larisnya dengan di eks stasiun selama ini. ‘’Kami mau saja pindah, tapi kalau tempatnya tidak memadai tidak mau. Pelanggan kami ada di sini (eks stasiun, Red). Ini tidak hanya permintaan penjual, tapi juga pembeli,’’ sebut Cindy.

Aksi pendudukan Jalan Biak oleh pedagang eks stasiun berlangsung berjam-jam. Sekitar pukul 10.00, petugas sempat mendekati massa dan menyampaikan eksekusi penertiban tetap akan dilaksanakan. Kabid Penataan Pasar Disperdakum Fitri Nurcahyo pun sempat menyampaikan imbauan tersebut. ‘’Kami mengimbau pedagang untuk relokasi karena akan dilaksanakan penertiban,’’ ujarnya dengan pengeras suara.

Namun, imbauan itu disikapi dingin oleh para pedagang. Beberapa menit kemudian, petugas gabungan dari satpol PP, dishub, polisi, dan TNI berangsur meninggalkan lokasi. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here