Ponorogo

Pedagang Pasar eks Stasiun Akhirnya Melunak

PONOROGO – Kegagalan penertiban pasar eks stasiun pada Selasa lalu (15/1) coba ditebus Senin depan (21/1). Pemkab berencana kembali menggelar penertiban pasar tak resmi yang berdiri di lahan milik PT KAI tersebut. Pemkab mengklaim pedagang setempat yang awalnya alot dan enggan direlokasi sudah mulai melunak. ‘’Sudah kami sampaikan (surat pemberitahuan) kepada pedagang, penertiban eks stasiun kami laksanakan Senin depan,’’ kata Kasatpol PP Supriyadi kepada Radar Ponorogo kemarin (18/1).

Surat pemberitahuan itu telah disampaikan Kamis lalu (17/1). Pun memastikan kesalahan administrasi seperti salah ketik tanggal di surat sebelumnya tidak terulang. Kali ini, kata dia, tanggal penertiban telah fixed 21 Januari mendatang. Tidak ada lagi toleransi bagi para pedagang setempat. ‘’Kami sampaikan kemarin (Kamis, Red). Artinya, lebih dari tiga hari sebelum tanggal penertiban yang telah ditetapkan,’’ ujarnya.

Penertiban kali ini, tegas Supriyadi, bakal mengerahkan kekuatan penuh. Mulai tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dari satpol PP, dishub, disperkim, disperdakum, dan DPUPR. Juga, didukung dari polres dan kodim setempat. ‘’Seminggu ini kami intens memersuasi pedagang agar bersedia relokasi secara mandiri sebelum ditertibkan,’’ terang Supriyadi.

Supriyadi mengklaim persuasi yang dilakukan telah membuat sejumlah pedagang melunak. Ada banyak pedagang dari eks stasiun yang telah boyongan ke pasar sementara di Jalan Cipto Mangunkusumo dalam seminggu terakhir. ‘’Pedagang banyak juga yang mencoba mendatangi kantor kami (satpol PP, Red) terkait upaya penertiban itu. Sebagian besar kooperatif terhadap kebijakan relokasi,’’ tuturnya.

Perubahan sikap pedagang eks stasiun boleh dibilang mengejutkan. Padahal, Selasa lalu, pedagang eks stasiun menentang keras penertiban yang sedianya dilaksanakan sejak pagi itu. Puluhan pedagang yang menduduki Jalan Biak sukses memukul mundur petugas gabungan. Perubahan sikap pedagang itu pun diapresiasi Kabid Penataan Pasar Disperdakum Fitri Nurcahyo. Data yang dikantonginya, sudah lebih dari 50 persen pedagang boyongan mandiri. ‘’Sudah 260 pedagang pindah secara mandiri seminggu ini,’’ sebut Fitri.

Tetapi, lanjut Fitri, masih ada 144 pedagang yang masih bertahan di eks stasiun. Mereka diharapkan dapat mengikuti kolega sesama pedagang dari eks stasiun untuk menyusul boyongan ke pasar sementara. Di pasar itu, sudah menanti ribuan pedagang dari Pasar Legi Songgolangit dan eks pengadilan. ‘’Dari 260 pedagang yang sudah masuk los 4, sebagian sudah mulai menata tempat mereka berjualan. Sisa 144 pedagang masih terus kami ajak lagi (untuk relokasi, Red),’’ ujarnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close