Magetan

Pedagang Pasar Baru Magetan Tak Paham Aturan

Praktik Jual-Beli Kios Sudah Biasa

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Bukan hanya Bupati Magetan Suprawoto yang awam seluk-beluk kios di Pasar Baru Magetan (PBM). Paguyuban Pedagang PBM pun tak paham regulasi. Terutama, terkait tata cara pemindahtanganan kios.

Mereka tidak tahu surat keterangan hak pakai tempat jualan (SKHPTJ) bisa ditarik jika enam bulan tidak membayar retribusi. Atau kios tidak dioperasikan. ‘’Seharusnya ada aturan, jika kios tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu bisa ditarik,’’ kata Bendahara Paguyuban PBM Setyo Budi Antoro Kamis (6/8).

Selama ini, banyak kios dibiarkan tutup lama. Pun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan membiarkan. Padahal, kios itu bisa dilelang untuk masyarakat yang ingin berdagang. ‘’Sayang, daripada tidak ditempati,’’ ujarnya.

Setyo minta ketegasan pihak disperindag untuk menarik kios yang tidak dioperasikan. Sebab, banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan kios di PBM. Namun, tak ada pedagang lama yang melepas kiosnya, malah menutupnya.

Para pedagang PBM juga banyak yang ingin mengembangkan usaha. Apalagi, kini PBM dalam masa rehabilitasi. Sehingga, tampilan pasar akan makin bagus. ‘’Selama ini yang tutup dibiarkan,’’ terangnya.

Setyo tak menampik ada praktik jual-beli kios. Dasarnya, hanya kesepakatan pemilik lama dan baru tanpa sepengetahuan disperindag. Sementara disperindag hanya mengurusi proses balik nama SKHPTJ. ‘’(Praktik) itu sudah tahu semua,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Disperindag Magetan Sucipto menyebut sesuai Perda 1/2012 tentang Retribusi Jasa Umum, jika dalam enam bulan pedagang tidak membayar retribusi, kios bisa ditarik kembali. Namun, pedagang pintar menyiasati.

Saat mendekati enam bulan tak beroperasi, mereka membuka lagi kiosnya dan membayar retribusi. Sehingga, disperindag tak jadi menarik kios itu. Hingga kini, 443 kios di PBM dikuasai pedagang. ‘’Tapi, tidak semua beroperasi,’’ beber Setyo. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close