Pedagang-Koperasi Harus Saling Memahami

39

HIDUP ini harus bisa harmonis. Saya meyakini betul, ada akhir di setiap konflik yang terjadi di masyarakat. Termasuk menyikapi persoalan parsial yang tercecer dari penertiban pasar eks stasiun. Sebanyak 19 pedagang dari eks stasiun telah setuju direlokasi ke pasar sementara. Menyusul yang lebih dulu boyongan.

Namun, belasan pedagang itu merugi puluhan juta rupiah dari perjanjian dengan koperasi yang dulu menaungi. Persoalan ini seharusnya bisa selesai sebelum kedua belah pihak menempuh jalur hukum. Pedagang dan koperasi harus bisa saling memahami. Mengenai apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing. Harapan kami, persoalan hak dan kewajiban itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tanpa perlu ke ranah hukum.

Selama ini DPRD sudah mencoba memfasilitasi komunikasi antarpihak. Baik pedagang maupun koperasi. Melalui berbagai kesempatan. Hanya, menurut pandangan kami, selama ini para pedagang masih berpegang kuat pada visi sendiri-sendiri. Saya rasa, peluang untuk duduk bersama membahas penyelesaian persoalan itu masih terbuka. DPRD sebagai wakil rakyat bisa memfasilitasi iktikad baik tersebut. Demi kebaikan semua pihak.

Kami memandang, pemkab sudah bekerja cukup baik dalam menjalankan peran dan tugasnya. Sehingga, persoalan-persoalan parsial seperti ini sudah sepatutnya dapat diselesaikan. Kuncinya kembali pada kesadaran semua pihak untuk saling memahami hak dan kewajiban masing-masing secara harmonis. Supaya kondusivitas selalu terjaga di Ponorogo. (disarikan dari wawancara/naz/c1/fin/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here