Pedagang dan Pembeli Pasar Sementara Sambat

15

PACITAN – Penampungan sementara pedagang Pasar Arjosari terlalu sempit. Luasnya hanya separo dibanding pasar aslinya. Akibatnya, para pedagang harus berdesakan. Pun lokasi di sekitar stadion membuat udara panas  dan berlumpur. Pedagang pun mengeluh tak nyaman. ‘’Panas sekali,’’ kata Iyem, salah seorang pedagang pakaian.

Sejak Rabu (10/4) lalu Iyem mulai buka lapak di pasar darurat itu. Dalam dua hari itu, kondisinya sepi pembeli. Dia menduga warga dan pelanggannya tak tahu ada bedol pasar. Apalagi lokasi kiosnya di bekalang diklaim mengurangi jumlah pembeli. ‘’Kalau kiosnya sudah diatur mandor, inginnya dapat di depan biar ramai,’’ ujarnya.

Atap seng pasar sementara juga membuat Iyem waswas. Sebab berlubang di sejumlah titik. Tak ingin dagangnya basah saat hujan, dia memasang atap tambahan. Sementara pedagang lainnya menembel atap dengan selotip agar tak bocor. ‘’Kemarin sudah hujan sebelum ditempati. Kondisinya basah semua dan becek,’’ ungkapnya.

Dia menyadari boyongan harus dilakoni lantaran demi pembangunn kembali Pasar Arjosari. Namun dia menyesalkan kondisi pasar sementara. Warga Ngemplak, Siroboyo, Pacitan, itu harus membawa genset untuk sumber listrik kipas angin serta lampu di lapaknya. ‘’Katanya mau dipasang listrik. Tapi sampai sekarang (kemarin) belum. Kalau gak ada lampu gelap. Dagangan gak kelihatan,’’ tuturnya.

Yunita, salah seorang pembeli, pun tak tahan berlama-lama di dalam pasar penampungan sementara karena panas. Pun jarak antarkios berdekatan sehingga membuat lorong sempit. ‘’Terutama di kios pakaian yang paling sempit. Kalau mau tawar menawar gak bisa lama-lama. Panas,’’ kata warga Karangrejo, Arjosari, ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pacitan Supomo meminta para pedagang sabar dengan kondisi pasar darurat tersebut. Dia menyebut kondisinya memang serbaterbatas lantaran tak memungkinkan diperluas. Meski masih tersisa lapangan bola, namun juga digunakan sebagai fasilitas publik. Sehingga, harus berbagi. ‘’Kita hanya mendompleng sebentar di tepi garis lapangan sepak bola itu, jadi mohon bersabar,’’ harapnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here